Walaupun sudah 3 kali mendaki gunung cikurai pada saat itu, namun tak satupun cerita perjalanan sempat aku tuliskan, dan satu-satunya tulisan tentang gunung tersebut adalah dibawah ini, sekali lagi tidak ada perubahan dalam tulisan ini, asli saat pertama kali ku buat, pasti nggak enak dibaca dech
Mendaki Gunung Cikurai
Sekitar bulan April 2000 kami dari Gappala dan rekan-rekan dari Mahasiswa Yai dan Mahasiswa Santa Lusia mengadakan pendakian bersama, semenjak dari KP rambutan memang suasana agak mendung apalagi saat itu musim hujan.
akhirnya karena agak capai maklum saja belum istirahat dari kampus langsung cabut lagi dengan keril yang agak gede-gede, jam sudah menunjukan jam 11 malam tapi kendaraan yang kami tunggu juga belum datang, tanya sana-sini jawabannya sama aja “kita disarankan untuk ke bandung dulu ” wah bisa nambah onkos nich ” tapi nasib agak mujur Bis Kurniabakti jurusan garutt akhirnya nonngol juga walau dengan penuh sesak penumpang akhirnya kami duduk di paling belakang di tempat barang, tapi asiiiik bisa tidur.
Bagun tidur ku terus mandi eh…. nggak ding ! tapi langsung begong abis tau-tau udah sampaai di Garut apalagi suasana pagi yg dingin plus pegunugan disana sini ada G. Guntur, ada G. papandayan, ada G. Satria, Ada buaaaayak dech ampe kita pada giler. Setelah sholat subuh di sebuah masjid didekat terminal Guntur Garut nggak lupa kita sarapan Bubur ayam yang lezaaaat. dan langsung kita cari angkutan Semacam KWK nomor 06 Jurusan Garut- Cilawu yang menuju Daeweuhmanggung yaitu daerah dimana kita akan memulai mendaki G. Cikurai,
akhirnya daapat juga setelah tawar-tawaran harga dan kayaknya kernetnya tau aja kalau kita orang jauh dan harga sewanya pasti plus alias nambah tapi ngak apa2 yg penting sampai dan Ada dua pilihan, kita bisa turun di Cilawu atau di Patrol. di Sarankan kamu2 melalui Patrol kerena dapat mempersingkat waktu perjalanan menuju pemancar, kita dapat jalan kaki sekitar 2-3 jam atau naik ojek sekitar 1/2 jam. ongkos ojek termasuk relatif lah harganya tergantung kondisi aja.
Jam 9.30 Siang sampai juga dikawasan kebun teh daeweuhmangguh ini kita langsung menuju pos satpam oh iya kalau kita ingin mendaki G. Cikurai disana tidak ada penjaga Jagawana atau Pos PHPA, yang ada yaaa….. SATPAM yang menjaga kawasan kebon teh ini. setelah mencatat nama dan memberitahukan maksud dan tujuan kita maka satpam tsb mengizinkan kita masuk kawasan ini. eh satpam nya baik loh nggak percaya tanya aja
)
Setelah itu ada dua pilihan buat kamu2 semua : Pertama kita bisa jalan kaki tapi jauhnya Bo !!! amit-amit dech bisa makan waktu 4 Jam bisa abis dach tenaga sebelum mendaki. Kedua bisa naik ojek itu juga kalau tidak kemalaman atau sewa omprengan itu juga kalau kamu2 itu rombongan, kalau cuma 2 atau 3 orang saja sich yaaa naik ojek aja ….murah kok Cuma Rp. 5.000-Rp. 15.000 doang !!
akhirnya kami jalan kaki abis enak sih melihat kebon teh sambil lihat-lihat gadis2 desa !:) nggak kalah dech !! jam 3 sore sampai juga kita di pemancar ( lokasi untuk memulai mendaki) di sana berjejer stasiun Pemancar TV (SCTV,RCTI.TVRI,TPI) nah karena tidak di ijinkan mendirikan kemah di kawasan tsb akhirnya kita kemah dipinggiran jalan ajaa dech yangg penting Hapiii, eh eh tapi kalau mau minta air bersih bisa minta ke penjaga stasiun TVRI sebab orangnya asik-asik malah kita di ajak jalan-jalan lihat cara kerja mereka.
malah malamnya kalau kita bosan di tenda kita bisa main gaple atau nonton Bola di sana tapi sekali lagi nggak boleh nginep loh. kita agak penasaran juga loh, kok hanya penjaga TVRI saja yg agak baik sich ??? mereka (penjaga TV -Red) bilang bahwa sebenanya sudah banyak pendaki yg diberi fasiltas oleh para penjaga TV disini Tapi sayang !! mereka melupakan kebaikan penjaga TV tersebut dengan meninggalkan image yg kurang baik misalnnya saja Sampah berantakan disana-sini, Mencoret Tembok, Merusak Tanaman, Mengambil Barang alias Nimpe, tidak sopan, liar dssb dech, nah loh !! bikin hati kami jadi kecut juga ? apakah mereka yg pernah berbuat seperti itu tidak pernah berfikir yg terkena imbasnya tentu semua Pendaki gunung !!!
Yah itu buat renungan kita aja apakah kita ini pendaki yang pencinta alam atau pendaki yang berjiwa liar ???? :! pagi-pagi sekali kami bersiap mendaki G.cikurai dengan membaca doa dan cheklist barang dan akhirnya kita memulai mendaki dari Pemancar, dengan iringan doa dan niat untuk mencapai Puncak, Awal pendakain sih jalur kita terdiri atas pohon teh di kiri kanan kita kurang lebih sekitar 1 jam berjalan kita akan memasuki hutan yang belum begitu lebat dan akan nampak sekali pemandangan yang cukup indah dari sini,
Memang mendaki G. Cikurai ini bisa di bilang agak berat kemungkinan karena mendannya sukar apalagi kalau hujan wah bisa – bisa memakan waktu yang agak lama tapi ada untungnya sih jadi nggak gampang haus tapi….ada keruguannya juga udaranya dingin bisa-bisa masuk angin atau yang paling berbahaya kena penyakit gunung Hipotermia ( Hilangnya suhu panas Tubuh). Perjalan nggak henti-hentinya nanjak terus terkadang baru sepuluh langkah berjalan kita udah Break lagi dan untuk menghemat air kita minum sekedarnya saja sebab di puncak tidak ada mata air paling air hujan kalau saja ada.
Kurang lebih 4,5 jam kita berjalan kita akan menemui jalan yg bercabang nah hati-hatilah disini sebab bisa bisa yang kita lalui bukan jalur yang benar lebih baik kalau kita agak ragu kita bisa STOP alias Survai, Thingking, Opservasi, Planing. dan anda juga harus hati-hati dengan jalur yang agak menghilang bisa – bisa kita salah jalan dan yang paling sering terjadi bila kita sudah mendekati puncak maka ada jalur yang bercabang lagi, yang satu menuju puncak palsu satu lagi jalur yang benar.
Semakin mendekati puncak udara makin mengigit tubuh di tambah jalur yang nggak mau di ajak kompromi alias nanjak terus terkang kita harus merangkak ( Kita sebut tanjakan monyet) habis udah kayak monyet yang lagi merangkak. 7 jam suda kita berjalan akhirnya nampak juga puncak di depan mata bikin semangat berkobar-kobar seakan akan ingin cepat-cepat sampai di atas sana, dengan sisa tenaga yang ada akhirnya kita sampai juga di Puncak Cikurai dengan ketinggian 2821 mdp.
URL : http://www27.brinkster.com/gappala/lihatjelajah.asp?no=1
Pengirim : Yanweka Date:11/11/2001

aduh…gunung cikuray mah endah-lah dibandingkeun jeung kabogoh