Catatan : tanggal 28-31 Maret 2001
Team : Koresponden situs Pencinta alam & Pendaki Gunung Indonesia yang terdiri dari (Yan,Setia,Juhri dan Cepot Rusman)
Tulisan ini mengingatkan saya begitu indahnya persahabatn tanpa ego tanpa ada kepentingan dibalik itu semua, seolah perjalanan ini bagaikan air yang mengalir.
Kami yang terdiri atas 4 orang ini, berinisiatif untuk melakukan serangkaian Pencarian data dan Informasi di kawasan Jawa-Barat.
Sebenarnya tujuan Tim Koresponden adalah Tamana Nasional Gede Pangrango yang pada tanggal itu masih di tutup untuk umum dan pada tanggal 1 April 2002 baru akan di buka kembali. tapi kita harus memaksakan diri umtuk mencari Info di sana dan hanya sedikit info yang bisa kami dapatkan itupun dari rekan2 dari Indonesia Green Renger ( IGR) di Mandalawangi.
Akhirnya kitapun harus bergerak mencari alternatif untuk pencarian Informasi yang lain, yaitu kita pilih Cidahu, Kawah Ratu G.salak.
BUPER CANGKUANG
Tepat tengah malam kita sampai di kawasan Buper Cangkuang Cidahu, dan kita melapor untuk mendaftar untuk 4 orang di tambah dengan rekan perjalanan kami dari UHAMKA berjumlah 3 orang, karcis tanda masuk Rp 4000 / orang ( mahal Juga yach..).
NGECAMP DULU
Kami putuskan sabtu pagi baru akan memulai mendaki ke kawah ratu dan malam ini kita ngecamp dulu di Buper III CAngkuang bersama rekan2 dari Uhamka.
Pagi2 sekali rekan2 kami dari Uhamka berangkat terlebih dahulu, sedangkan kami dari Tim Gappala14 menungu agak siang maklum masakan belum di siapkan.
Tepat pukul 9 pagi akhirnya kita berangkat menuju kawah ratu dengan lintasan yang asik juga dengan kondisi jalur yang terdiri dari undakan batu sepanjang 2Km. dan sisanya adalah tanah yang licin dan agak becek karena hujan.
tepat pukul siang kita sampai di kawah yang cukup kuas dengan aroma belerang, suasananya agak ramai dengan rekan2 pendaki lainnya, dan akhirnya kami putuskan untuk bermalam di sini, kami pilih lokasi dekat kali agar mudah bila mencari air.
NGECAMP CARI DATA
Kami berempat cepat2 buka tenda dan menyiapkan makan siang, nah setelah makan siang juhri dan Rusman mencari info ke adaan alam di kawasan ini, dan terlihat banyak sampah juga di sana sini, bila kami perhatikan sampah lebih banyak di tinggalkan oleh anak-anak REMPAKEM Alias Remaja Pencinta Kemping yang ala cueknya, mudah kok membandingkan mana anak rempakem mana yang bukan !!!!,
KETEMU KAWAN LAMA
Nggak disangka2 saya bertemu kawan lama dari WDC atau WANA DIAN CALA MAPALA ITBU Jakarta, pimpinan Bagong dan tohiri, yach asih aja dech, maklum udah lama ngak jalan bareng sama mereka.
TURUN LEWAT CIBATOK
Setelah Puas di kawah akhirnya kita turun lewat jalur cibatok -pasirengit, jalurnya becek dan licin, kurang lebih 3 jam kita tempuh untuk mencapai pasirengit. dan setelah tiba disana ternyata suda banyak pendaki yang lagi ngaso disana sambil nunggu kendaraan angkot yang harga sewanya bisa di bilang agak mahal maklum di anggap carter sih.
KESIMPULAN PERJALAN
Memang kali ini team koreponden Gappala14 yang tergabung dari Gappala14-Pataga-Gamapsi YAI mencari Data dan informasi agak kurang sukses karena kami kesulitan mancari sumber informasi yang dibutuhkan, padahal kami juga melihat banyak kelompok Pencinta Alam yang Udah Prof alias Punya nama Tapi sayang baget mereka agak tertutup.
Kawasan Cidahu – Kawah ratu – Cibatok merupakan kawasan G. salak yang merupakan Kawasan Resapan air karena Curah Hujan nya cukup Tinggi sehingga air sungai mengalir cukup bersih dan bening makanya sebuah Perusahaan Air Minum Mineral menaruh pabriknya disana untuk mengambil air di kawasan itu.
Selain itu kawasan ini cukup baik untuk kegiatan Latihan dan pendidikan Bagi Organisasi Pencinta Alam, karena medannya cukup mendukung.
