Tulisan dibawah ini aneh banget, melihat sumber aslinya di situsnya gappala, seolah terputus begitu saja, padahal kalo nggak salah seh, cerita pendakian tsb sudah aku tulis tuntas, dan entah yang keberapa aku mendaki kesana.
Mendaki Gunung gede yang tak Usai
Mungkin G. gede sudah tidak asing lagi bagi para pencinta alam dan pendaki Gunung di Indonesia….mungkin pernah merasakan mendaki gunung ini, apalagi di saat liburan sekolah / kuliah sudah pasti Gunung ini di banjiri oleh pengunjung untuk sekedar melihat atau merasakan mendakinya baik itu orang tua, anak muda remaja, anak Sekolah, sampai – sampai anak SD pun ada….!!!,
G. gede ini banyak memiliki kelebihan dibandingkan dgn yg lainnya….!!!dan tentunya letaknya yg sangat strategis dekat dari Jakarta, bekasi, tangerang, bogor, Bandung, dll, sehingga anak2 kota2 tersebut terkadang numplek di sana. G. gede merupakan G. terbaik di Asia, dan merupakan kawasan Taman Nasional yaitu Taman Nasional Gede Pangrango sehingga gunung ini cukup di kenal oleh para wisatawan luar dan dalam.
Keanekaragaman Flora dan faunanya cukup menonjol di gunung ini, sehingga kawasan ini merupakan daerah cagar fauna dan flora sehingga kita tidak bisa sembarangan membunuh hewan maupun merusak tanaman dan merupakan pelanggaran hukum bila kita sampai melakukannya apalagi bagi ente-ente (kamu2 Red) yg ngaku anak PA-pencinta alam.
Sampah merupakan ciri khas dari wilayah gunung ini, hampir setiap 1 minggu sekali petugas memunguti sampah hingga terkempul 2 Truk. sampah2 ini merupakan hasil peninggalan para pendaki yang memang malas membawa turun kembali sampah mereka padahal andai mereka bisa membaca dan tidak buta huruf pasti mereka bisa membaca di pos PHPA Cibodas dan G. Putri tertulis
Slogan dengan hurup yang besar dan cukup jelas ” BAWALAH SAMPAH ANDA TURUN” dan slogan2 lainnya. (Menurut Petugas Jagawana yg kesal terhadap Ulah pendaki yg bukan Pencinta alam -Red)
Catatan saja nich, Pencinta Alam Bukan sekedar Slogan tapi Suatu Niat dari Lubuk Hati untuk Mencintai Alam ini, bukan untuk di Hianati.
Mendaki G. Gede menuai Impian Nah …..kali ini tim Gappala dan Tim dari Santa Lusia akan melihat secara dekat peraturan2 yg berlaku di sana hingga situasi lingkungan disana. dan sangat kebetulan diantara kami terdapat Mahasiswa Akademi Kimia dan lingkungan yg akan mengadakan penelitian di sana sebagai bahan karya tulisnya.
Sebelum mendaki kita wajib melapor di pos PHPA Cibodas atau di Pos PHPA Gunung Putri, Setelah mendapatkan izin kami langsung tancap gas menuju panyangcangan atau persimpangan air terjun cibereum kami menempuh waktu hanya 1 jam untuk mencapai serter panyangcangan ini dan nggak lupa untuk istirahat sebentar. dari panyangcangan ini kami melanjutkan kembali dengan medan yang mulai beragam dengan trail yang agak mulai membuat kaki kami agak gemetar juga bila harus menanjak tanjakan yg terjal apalagi beban yg kami bawa juga bisa dibilang terlalu banyak.
2,5 jam perjalanan yg melelahkan akhirnya sampai juga di pondok pemandangan yg kondisinya mengenaskan plus sampah bekas pendaki yg berserakan disana sini terkesan jorok sekali. setelah puas memandangi pondok pemandangan kami bersiap – siap melewati air panas dan kebetulan tali2nya udah nggak lengkap lagi jadi hati2lah lewat disini.
Memang G. gede ini tidak pernah sepi pengunjung yang mendakinya dari hanya minimal 3 orang sampai rombongan 30 orang lebih, sedangkan kami sendiri hampir 10 orang pendaki. Kelebihan G. gede ini memiliki kekayaan pesona lain dari yang lain walau udah beberapa kali mendakinya tapi rasanya nggak ada bosan-bosannya saja.
4 jam perjalanan setelah melewati Kandang batu yang agak jorok dengan sampah-sampahnya terutama di dalamnya penuh dengan bungkus mie instan dan lain2nya akhirnya kami sampai di kandang badak yg penuh dengan pendaki-pendaki lain yg sedang mempersiapkan mendirikan tenda maklum hujan sudah mulai turun rintik-rintik dan kabut tebal menutupi pandangan apalagi hari ini sudah menunjukan pukul 4 sore …..nggak lupa mandi dulu ah di pancuran….!!
Pagi-pagi sekali kami bersiap-siap setelah sarapan pagi roti dan mie rebus rasa gado-gado..maklum yg masak baru lulus jadi juru masak jadi rasanya nggak karu-karuan rasanya pokoknya nano-nano lah. pendas, manis, asam, kecut, dll.
Setelah packing selesai kami berdoa dan langsung menuju puncak gede, dgn penuh semangat yg membara untuk mengenang kembali puncak gede yg indah kami berjalan seperti orang yg kesetanan pokoknya pantang “BREAK’ jalan terus dan terus nah hanya dengan waktu kurang lebih 2 jam akhirnya sampai juga di puncak GEDE 2996 mdpl.
Puncak di pagi ini begitu sejuk dengan terpaan angin begitu menyenangkan untuk sekedar melamun membuang semua masalah yang ada. satu jam rasanya sudah cukup bagi kami untuk menikmati pemandangan di puncak gede dengan kawahnya yang mengeluarkan bau belerang yang agak pekat, perjalanan selanjutnya adalah turun menuju SK alias surya kencana.
Surya Kencana tidak kurang 1 jam kami akhirnya sampai di SK dan kami lihat banyak pendaki2 yg telah mendirikan tenda untuk bermalam disini, nampak dari kejauhan sungai kecil membelah lapangan luas sk……(tulisannya hilang)
URL :http://www27.brinkster.com/gappala/lihatjelajah.asp?no=4
Data Pengirim : Yanweka Date:11/11/2001
