<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>==Coretan Kata==</title>
	<atom:link href="http://yanweka.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yanweka.wordpress.com</link>
	<description>Let’s make harmony, For a better future</description>
	<lastBuildDate>Mon, 10 Oct 2011 07:57:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='yanweka.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>==Coretan Kata==</title>
		<link>http://yanweka.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://yanweka.wordpress.com/osd.xml" title="==Coretan Kata==" />
	<atom:link rel='hub' href='http://yanweka.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Mencegah Jurus Lokal Punah</title>
		<link>http://yanweka.wordpress.com/2011/09/16/mencegah-jurus-lokal-punah/</link>
		<comments>http://yanweka.wordpress.com/2011/09/16/mencegah-jurus-lokal-punah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Sep 2011 10:26:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanweka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Martial Art]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yanweka.wordpress.com/?p=126</guid>
		<description><![CDATA[GELAK tawa terdengar dari aula Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia (TMII), Sabtu (3/10) lalu. Sekitar 10 orang tengah berdiskusi dan bergurau di aula latihan terbuka. Mereka adalah pesilat dari perguruan silat betawi Cingkrik Goning. Selain murid-murid Cingkrik, pesilat dari aliran lain juga berlatih di areal padepokan. Inilah bentuk kegiatan yang dikoordinir Komunitas Sahabat Silat. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yanweka.wordpress.com&amp;blog=1570657&amp;post=126&amp;subd=yanweka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>GELAK tawa terdengar dari aula Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia (TMII), Sabtu (3/10) lalu. Sekitar 10 orang tengah berdiskusi dan bergurau di aula latihan terbuka. Mereka adalah pesilat dari perguruan silat betawi Cingkrik Goning. Selain murid-murid Cingkrik, pesilat dari aliran lain juga berlatih di areal padepokan.</p>
<p>Inilah bentuk kegiatan yang dikoordinir Komunitas Sahabat Silat. Eko Hadi, salah satu pendiri Sahabat Silat, menyatakan tujuan utama mereka adalah melestarikan berbagai aliran silat asli Indonesia.</p>
<p>&#8220;Kami memiliki harapan agar silat tradisional diminati dan dicintai generasi muda,&#8221; katanya. Eko mengungkapkan, aliran atau perguruan silat tradisional saat ini terpinggirkan. Hanya sedikit anak muda yang mau mempelajari pencak silat. Ini kontras dengan minat anak-anak muda untuk menekuni berbagai cabang beladiri asing. &#8220;Ini yang membuat kami khawatir,&#8221; ujarnya. Kegelisahan itu biasanya mereka tuangkan dalam mailing list pencinta silat yang memiliki alamat di silatindonesia@yahooogroups.com.</p>
<p>&#8220;Kami mulai menyadari keprihatinan bersama,&#8221; ujar Yanweka, seorang pendiri milis. Yanweka bersama Eric Bovelender (wasit di Persekutuan Silat Antarbangsa), Luri Darmawan (pemilik host kioss.com), dan beberapa rekan lainnya lantas mendirikan situs  silatindonesia.com sebagai sarana mempromosikan silat di dunia maya. &#8220;Kami membuatnya karena sulit mencari informasi tentang silat Indonesia di Internet,&#8221; kata Yanweka. Informasi silat justru ditemukan dari situs-situs asing dan situs perguruan tertentu. <strong>Tidak mengikat</strong> Diskusi hangat di dunia maya lalu berlanjut pada pertemuan.<span id="more-126"></span></p>
<p>Dari beberapa kali acara kopi darat, lahirlah kesepakatan membentuk organisasi yang menjadi wadah silaturahmi orangorang yang berempati terhadap perkembangan silat tradisional. Lahirlah Forum Pencinta dan Pelestari Silat Tradisional Indonesia pada 10 Juni 2006. Karena berbentuk komunitas, forum ini tidak mengikat. &#8220;Semua orang berhak dan bebas untuk terlibat,&#8221; kata Ery Nugroho, salah seorang pendiri. Untuk mengurusi organisasi ini, terbentuk pengurus dengan latar belakang yang beragam seperti pengacara, manajer keuangan, programer, atlet, wartawan, mahasiswa dan lainnya. &#8220;Kesamaan mereka cumasatu, sama-sama mencintai silat,&#8221; kata Iwan Setiawan, seorang pengurus. Berbagai kegiatan pun digulirkan, seperti pemetaan dan dokumentasi beberapa perguruan silat yang berada di Jakarta dan sekitarnya.</p>
<p>Forum juga mengadakan diskusi bulanan untuk mengenalkan guru dan perguruan silat tersebut. &#8220;Informasi kami sebar melalui milis dan situs,&#8221; kata Alda Amtha, koordinator forum. Kalau ada yang berminat belajar, Forum bersedia memfasilitasi tempat dan waktu. &#8220;Masalah iuran menjadi urusan guru atau perguruan yang bersangkutan,&#8221; katanya. Aktivitas mereka me narik perhatian Pre siden Per sekutuan Pencak Silat Antar-Bangsa (Persilat) Eddie M. Nalapraya. Mantan Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia dan Wakil  Gubernur DKI Jakarta itu akhirnya bersedia menjadi pembina. Nama organisasi berubah menjadi Komunitas Sahabat Silat pada 2007. Aktivitas komunitas pun menjadi semakin bervariasi, seperti program Wisata Silat ke Cianjur.</p>
<p>&#8220;Di sana kami disambut meriah oleh bupati dan sesepuh maenpo (pencak) Cianjur,&#8221; kata Alda. Saat ini sudah ada 25 perguruan yang terlibat dalam komunitas. Adapun jumlah peserta situs silatindonesia. org sudah mencapai 3.000 orang.</p>
<p><em>EKO Hadi, salah satu pendiri komunitas Sahabat Silat, menyebut, ada tiga karakter  aliran atau perguruan silat tradisional. Pertama, memiliki rentang sejarah yang cukup panjang. Kedua, belum mengadopsi sistem perguruan modern, seperti memiliki jenjang pemeringkatan berupa sabuk. Ketiga, lebih menekankan ke aspek beladiri dibandingkan aspek olahraga atau seni.</em> <em>Yang menyedihkan, ujar Eko, banyak aliran atau perguruan yang punah karena tidak ada memiliki penerus. Ia mencontohkan, silat aliran Serak. Saat ini, bisa dibilang tidak ada warga di Indonesia yang masih menekuni gerakan silat Serak.</em> <em>Jejak serak memang masih terlihat di dunia maya. Mesin pencari  Google akan memperlihatkan situs www.serak.com yang menawarkan pelatihan beladiri silat Serak. Pengelolanya adalah Victor de Thouars Academy yang berbasis di Amerika Serikat.</em> <em>Ironisnya, kata Serak sudah diikuti huruf R atau merek yang dimiliki Victor. &#8220;Ini terjadi karena tidak ada yang berusaha melestarikan silat tradisional,&#8221; kata Agus Suprayogi, anggota komunitas.</em> <em>Cara terbaik mencegah nasib serak terulang adalah membuat silat menjadi lebih menarik bagi anak muda. Komunitas mengenalkan silat dengan mengutamakan aspek efektivitas dalam beladiri serta manfaatnya dalam membina fisik dan kepercayaan diri.</em> <em>Jadi, pencak silat tidak lagi dipandang sebagai seni beladiri yang kampungan. &#8220;Itu yang menjadi alasan banyak orang enggan berlatih silat,&#8221; ujarnya.</em></p>
<p>Sumber :</p>
<p>http://lifestyle.kontan.co.id/v2/read/1258131917/60269/Mencegah-Jurus-Lokal-Punah</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yanweka.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yanweka.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yanweka.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yanweka.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yanweka.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yanweka.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yanweka.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yanweka.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yanweka.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yanweka.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yanweka.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yanweka.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yanweka.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yanweka.wordpress.com/126/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yanweka.wordpress.com&amp;blog=1570657&amp;post=126&amp;subd=yanweka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yanweka.wordpress.com/2011/09/16/mencegah-jurus-lokal-punah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5668182b5c2523bc4b591b6cdcb1218f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yanweka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berpetualang Sambil Membangun Pertemanan</title>
		<link>http://yanweka.wordpress.com/2009/08/05/berpetualang-sambil-membangun-pertemanan/</link>
		<comments>http://yanweka.wordpress.com/2009/08/05/berpetualang-sambil-membangun-pertemanan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Aug 2009 07:23:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanweka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adventure]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yanweka.wordpress.com/?p=122</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini dipublikasikan di Koran Seputar Indonesia untuk Kolom Komunitas. JIKA Anda hobi berpetualang,komunitas ini sanggup menuntaskan dahaga untuk berkeliling gunung,gua,sungai,dan menaklukkan tantangan alam lainnya. Tidak hanya itu,jutaan teman dengan hobi yang sama juga siap menebar rasa kebersamaan sebagai pelengkap sukaduka kehidupan. Banyak sekali komunitas petualang di dunia maya ataupun yang bersifat offline.Salah satunya adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yanweka.wordpress.com&amp;blog=1570657&amp;post=122&amp;subd=yanweka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>Tulisan ini dipublikasikan di Koran Seputar Indonesia<br />
untuk Kolom Komunitas.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">JIKA Anda hobi berpetualang,komunitas ini sanggup menuntaskan dahaga untuk berkeliling gunung,gua,sungai,dan menaklukkan tantangan alam lainnya. Tidak hanya itu,jutaan teman dengan hobi yang sama juga siap menebar rasa kebersamaan sebagai pelengkap sukaduka kehidupan. Banyak sekali komunitas petualang di dunia maya ataupun yang bersifat offline.Salah satunya adalah komunitas Gabungan Pencinta dan Penggiat Alam Terbuka(Gappala).</p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya, komunitas ini sudah terbentuk sejak 1991 yang dikomandani Yanweka dan empat orang kawannya. Hanya, kegiatan baru dilakukan sebatas pertemuan langsung. Di awal 2008,komunitas ini sempat terpecah menjadi dua, yaitu yang bersifat memberikan informasi saja (www.- gappala.or.id) dan komunitas (www.gappala.com). Hingga saat ini, Gappala masih aktif dengan anggota fanatik masing- masing.</p>
<p style="text-align:justify;">Di tahun yang sama, seiring dengan adanya akses internet yang kian mudah, komunitas ini (gappala. com) mampumenjaringjumlah anggota yang lebih banyak. Tercatat ada 1.112 anggota Gappala yang bergabung lewat milisdansekitar300orangyang aktif melakukan kegiatan secara langsung di lapangan.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-122"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Tak melulu soal adventure, komunitas Gappala atau akrab disebut Gappala Adventures Community juga memiliki variasi kegiatan yang beda dengan komunitas lain.Di antaranya adalah mendaki gunung, susur gua (caving), panjat tebing, arung jeram (rafting), navigasi, hingga fotografi dan baktisosial.</p>
<p style="text-align:justify;">Bahkan,yanglebih menantang, kita akan mengetahui sifat masing-masing anggota saat pendakian.Tak ketinggalan bakal diajarkan pula strategi mempertahankan diri (dari makanan dan binatang buas), strategi membawa barang bawaan (carrier), dan strategi berkelompok.</p>
<p style="text-align:justify;">”Kami menekankan rasa kebersamaan di setiap kegiatan yang langsung dikelola oleh masing-masing humas wilayah.Variasi kegiatan itu biasanya muncul dari masingmasing anggota dan langsung di-follow up di website,” kata Yanweka,salah seorang koordinator Gappala Adventures Community.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk menghindari senioritas, Om Yan,sapaan akrabnya, hanya membuat sistem koordinasi di tiga wilayah, yaitu Jakarta, Bandung, dan Bali. Tugas para koordinator wilayah hanya memonitor kegiatan masing-masing humas di wilayah itu. Kegiatan travelling Gappala rupanya tak hanya menarik minat para pelajar, juga karyawan swasta yang notabene sudah memiliki kecukupan dana untuk bisa berlibur ke luar kota.</p>
<p style="text-align:justify;">Bahkan,mayoritas anggota komunitas ini adalah para karyawan swasta itu. ”Segala kegiatan diusulkan dan disetujui oleh anggota. Masalah dana pun akan ditanggung bersama. Bahkan, jika sampai ada anggota yang ingin ikut tapi dananya terbatas, akan dicoba untuk dicarikan solusinya bersama. Intinya bagaimana kami bisa menjalani suka dan duka bersama-sama,” timpal Aal Arsya Alamsyah, humas Gappala wilayah Jakarta.</p>
<p style="text-align:justify;">Di Jakarta sendiri,Gappala Adventures Community mematok target untuk kopi darat satu bulan sekali di Pasar Festival, Jakarta Selatan. Tepatnya tiap minggu pertama setiap bulannya. Sedangkan di level tiga bulanan bakal diusahakan agar dilakukan kopi darat bersama semua wilayah.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada Desember mendatang, Gappala Adventures Community dijadwalkan melakukan kopi darat di Jawa Timur. Yang seru, kalau biasanya anak muda zaman sekarang kerap apel ke rumah pacar tiap malam minggu,komunitas ini tak mau ketinggalan dengan menggelar acara nyaris serupa. Hanya, kegiatannya adalah chatting di dunia maya mulai pukul 19.00 WIB.</p>
<p style="text-align:justify;">Gappala Adventures Community juga memberlakukan aturan ketat bagi tiap anggotanya. Meski terkadang aneh,namun hal kecil itu cukup mempengaruhi kondisi alam sekitar. Hal-hal kecil yang sifatnya merusak itu antara lain suka membuang sisa makanan di area pendakian,suka menebang ranting atau dahan seenaknya, bahkan suka memetik bunga edelweis. Ini yang dilarang keras oleh Gappala.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut Aal, mahasiswa jurusan Akuntansi semester lima Universitas Tama Jagakarsa, Jakarta Selatan, orang yang mendaki gunung belum tentu pencinta alam. Orang yang mencintai alam seharusnya tidak merusak ekosistem yang ada, meski itu hanya memetik bunga edelweis.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Terpeleset, Pingsan, hingga Bertemu Pocong</strong></p>
<p style="text-align:justify;">NAMANYA saja kegiatan petualangan bersama alam, tentu akan banyak ditemukan pengalaman seru, menggelitik, lucu,ataupun mengharukan. Ade Siti Fatimah, karyawati di sebuah travel agent di Jakarta misalnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ia mengaku pernah pingsan saat mendaki Gunung Semeru di Jawa Timur.Sebenarnya gadis jombloasli Jakarta ini sudah satu tahun mengidam-idamkan untuk bisa mendaki gunung tertinggi di Pulau Jawa itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Keinginan tersebut kerap kali tertunda lantaran status Semeru kadang aktif dan kadang mati. Lantas, bersama empat temannya, mahasiswi Universitas Trisakti Jakarta, jurusan Manajemen Transportasi Angkutan Udara yang telah bergabung selama dua tahun di Gappala Adventures Community ini nekat mendaki Semeru.</p>
<p style="text-align:justify;">Berhubung satu orang rekannya keseleo dan tak bisa ikut pendakian,Ade menitipkan tas ransel berisi bekal makanan kepada sang rekan, dengan alasan agar dirinya dapat lebih cepat sampai ke puncak Semeru karena tidak memanggul beban.Namun, 100 meter menjelang puncak, badan Ade malah lemas dan akhirnya jatuh pingsan.</p>
<p style="text-align:justify;">”Saya sempat dipapah selama sembilan jam untuk turun ke bawah.Padahal,saya hanya kurang 100 meter lagi untuk sampai puncak.Namun, mau bagaimana lagi? Badan saya sudah tidak kuat. Sempat pula ada teman yang berbahasa Jawa nyeletuk,saya dianggap terlalu egois dan nekat,terlalu memaksakan diri untuk naik padahal tanpa persiapan makanan.Apalagi saat itu saya sedang datang bulan,”cerita Ade, yang masih terobsesi untuk naik kembali ke puncak Semeru.</p>
<p style="text-align:justify;">Cerita berbeda datang dari Yanweka.Tahun 2000, saat pendakian ke Gunung Sumbing, Jawa Tengah, bapak satu anak ini sempat terpeleset ke tebing hingga tiga meter. Waktu itu Yanweka sedang mendirikan tenda dan harus menarik tali di masing-masing sudutnya agar tenda tegak. Namun nahas,salah seorang temannya melepaskan tali dan Yanweka harus terpental ke tebing.</p>
<p style="text-align:justify;">Awalnya tidak terasa sakit apa-apa.Namun,saat perjalanan pulang hingga tiba di rumah, kondisi fisiknya malah semakin menurun. Setelah dicek di UGD rumah sakit, ternyata Yanweka mengalami infeksi pada lambung. Sebagai bentuk solidaritas, seluruh teman dari komunitas datang menjenguknya.</p>
<p style="text-align:justify;">”Saya tidak terobsesi untuk naik gunung tertinggi, tapi bagaimana menikmati alam di sekitar gunung yang kita daki,”ujar Yanweka,yang masih terpesona akan keindahan panorama Gunung Cikurai,Lawu,dan Merbabu. Kejadian paling aneh ditemui oleh Aal Arsya. Humas Gappala Adventures Community wilayah Jakarta ini harus menerima kedatangan makhluk halus saat pendakian ke Gunung Ciremai,Jawa Barat,awal tahun lalu.</p>
<p style="text-align:justify;">Memang saat pendakian terjadi hujan lebat dan para pendaki harus membuat tenda.Saat sedang ganti pakaian di dalam tenda sembari iseng memperhatikan hutan sekeliling, pria Betawi ini melihat pocong.Aal sempat menyampaikan ihwal keberadaan makhluk halus itu kepada seorang teman, namun sang teman mengaku tidak melihatnya.</p>
<p style="text-align:justify;">”Karena berada di alam bebas, kita akan melihat berbagai hal, termasuk makhluk halus.Namun, saat ditemui oleh mereka, biasakan untuk tidak panik, histeris, dan berpikir positif saja.Yang penting adalah berdoa,”pungkas Aal,yang mengaku takut juga pada lintah.(didik purwanto)</p>
<p><strong>SOURCE:</p>
<p>http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/180954/</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yanweka.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yanweka.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yanweka.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yanweka.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yanweka.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yanweka.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yanweka.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yanweka.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yanweka.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yanweka.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yanweka.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yanweka.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yanweka.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yanweka.wordpress.com/122/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yanweka.wordpress.com&amp;blog=1570657&amp;post=122&amp;subd=yanweka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yanweka.wordpress.com/2009/08/05/berpetualang-sambil-membangun-pertemanan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5668182b5c2523bc4b591b6cdcb1218f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yanweka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pencak Silat dan Gaya Hidup</title>
		<link>http://yanweka.wordpress.com/2009/08/05/pencak-silat-dan-gaya-hidup/</link>
		<comments>http://yanweka.wordpress.com/2009/08/05/pencak-silat-dan-gaya-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Aug 2009 07:06:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanweka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Martial Art]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yanweka.wordpress.com/?p=118</guid>
		<description><![CDATA[Melalui komunitas, para penggemar silat berusaha mempopulerkan dan membuang image kampungan olahraga ini. Dipublkasikan Oleh : Koran Jurnal Nasional “Pencak silat adalah seni beladiri tradisional bangsa. Bila ada yang mengatakan silat adalah olahraga kampungan berarti kita menghina diri kita sendiri.” Perkataan itu diucapkan Presiden Persilat Eddy M Nalapraya pada diskusi bulanan yang diselenggarakan Komunitas Pencak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yanweka.wordpress.com&amp;blog=1570657&amp;post=118&amp;subd=yanweka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:justify;"><em><strong><em><strong>Melalui komunitas, para penggemar silat berusaha mempopulerkan dan membuang <em>image </em>kampungan olahraga ini.</strong></em></strong></em></h2>
<p><strong><em>Dipublkasikan Oleh : Koran Jurnal Nasional<br />
</em></strong></p>
<p><strong>“Pencak silat adalah seni beladiri tradisional bangsa. Bila ada yang mengatakan silat adalah olahraga kampungan berarti kita menghina diri kita sendiri.”</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Perkataan itu diucapkan Presiden Persilat Eddy M Nalapraya pada diskusi bulanan yang diselenggarakan <em>Komunitas Pencak Silat Indonesia</em> (SilatIndonesia.com) Maret 2008 lalu. Eddy Nalapraya selaku penasehat komunitas ini tidak henti-hentinya memberikan semangat kepada generasi muda yang bergabung di dalamnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Pencak silat sebagai seni beladiri warisan turun temurun nenek moyang bangsa kita, telah melalui perjalan jaman yang sangat panjang, Ketika kepulaun Nusantara ini masih terdiri dari kerajaan-kerajaan, para bangsawan dan kesatrianya menjadikan silat sebagai sebuah kebanggaan tersendiri karena disaat itulah kerajaan-kerajaan di Nusantara mencapai kejayaan, tak pernah ditaklukkan oleh kerajaan lain. Keperkasaan bangsa kita dahulu kala karena menjadikan silat sebagai akar pertahanan dan strategi mereka.<span id="more-118"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Kini, muncul anggapan pencak silat adalah olahraga kampungan. Ini didasari oleh image yang dikembangkan pada jaman penjajahan dimana perkembangan pencak silat memang dimulai dari desa dan perkampungan untuk melawan penjajah. Karena pada masa itu penjajah sangat alergi terhadap beladiri ini, yang menjadi salah satu alat perjuangan yang sangat ampuh bagi bangsa kita masa itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun, kapankah <em>image</em> kampungan bisa hilang dari pemikiran bangsa kita sendiri terutama generasi mudanya?</p>
<p style="text-align:center;"><img src="http://images.silatbogor.multiply.com/image/32/photos/2/400x400/35.jpg/ofoto_import_18.jpg?et=QwwXuTtXv1MhbtPcaL6j9g&amp;nmid=0" alt="" width="400" height="300" /></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:justify;">“Jika dikatakan pencak silat kurang populer dibanding olahraga lainnya mungkin bisa saja benar. Kalau demikian maka menjadi tugas kita bersama untuk mempopulerkan, bukan mengganggap remeh kemudian meninggalnya”, ujar Eddy Nalapraya.</p>
<p style="text-align:justify;">Setidaknya yang dikatakan oleh Eddy M Nalapraya menjadi cambuk bagi anggota komunitas pencak silat Indonesia yang pada umumnya adalah pesilat dari beragam perguruan dan latar belakang yang berbeda-beda. Mereka berkumpul dan mengadakan kegiatan untuk mengasah kecintaan mereka terutama pada silat tradisional yang merupakan ruh dari pencak silat yang saat ini berkembang.</p>
<p style="text-align:justify;">Di dalam Komunitas pencak silat Indonesia, silat bukan lagi menjadi olahraga biasa dan bukan pula bertujuan untuk mencari kesaktian. Akan tetapi sudah menjadi suatu gaya hidup anggota yang umumnya adalah mahasiswa, pedagang, karyawan hingga professional muda.</p>
<p style="text-align:center;"><img src="http://images.silatbogor.multiply.com/image/25/photos/9/400x400/3/IMG_0256.jpg?et=L%2ByJIZOUpnbvcs0w4nQrDA&amp;nmid=9715703" alt="" width="400" height="300" /></p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Komunitas pencak silat Indonesia</em> berawal dari kegiatan online di salah satu mailing-list (milis) yang bernama silatindonesia pada 2004, sekitar 500-an anggotanya tersebar dari berbagai wilayah di Indonesia hingga ke mancanegara. Dari berbagai obrolan di milis inilah ide-ide akhirnya dapat direalisasikan bersama sebagai kegiatan yang nyata”, ujar Yanweka, seorang pendiri komunitas ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari kegiatan inilah lahir <em>Forum Pecinta dan Pelestari Silat Tradisional Indonesia</em> (FP2STI) pada 30 Juni 2006 di <em>Padepokan Pencak Silat Nasional</em> (TMII). Ada sekitar 30 orang pendiri tokoh dunia persilatan hadir disana, antara lain adalah Oong Maryono dari Persilat, Hartono pelatih Tim Nasional Vietnam, Kisawung praktisi aliran Sabandar, H. Aziz praktisi silat Cikalong, Edward Lebe praktisi pengembang Silat Minang, Gembiro dan Rifai dari IPSI.</p>
<p style="text-align:center;"><img src="http://images.silatbogor.multiply.com/image/30/photos/7/400x400/7/IMG_0073.jpg?et=I0oujZc27P1%2B%2BZk44Wjscw&amp;nmid=9084469" alt="" width="400" height="300" /></p>
<p style="text-align:justify;">Ditunjuk pula pada waktu itu Eko Hadi dipercaya sebagai Koordinator. Sejak itulah berbagai program mulai digulirkan, seperti kegiatan <em>Wisata Silat</em>, <em>Diskusi Bulanan</em>, <em>Silaturahmi</em> dengan perguruan silat tradisional di seluruh Indonesia, maupun kegiatan pelestarian dalam bentuk <em>pelatihan</em> Silat Tradional yang di buka untuk umum seperti <em>Cingkrik</em>, <em>Sabeni</em>, <em>Paseban lama</em>, <em>Cikalong</em>, <em>Silat Minang</em>, <em>Silat Tuo</em> dan lain-lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Kegiatan rutin yang cukup diminati adalah <strong><em>Diskusi Bulanan Sahabat Silat</em></strong> karena pada kegiatan ini biasanya turut mengundang perguruan silat untuk memperkenalkan kembali <em>jurus</em>, <em>sejarah perguruan</em>, hingga keunikkan pada aliran silat tersebut. “Kegiatan ini dibuka untuk umum tanpa dipunggut biaya, asal ada niat saja” ujur Alda F. Amtha dan Ian Syamsudin selaku panitia kegiatan.</p>
<p style="text-align:justify;">Kegiatan yang tak kalah menariknya adalah <strong><em>wisata silat</em></strong>, karena di kegiatan ini peserta diajak berwisata ke suatu daerah sambil mengunjungi objek wisata budaya terutama silat yang berkembang dari daerah tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain mengadakan berbagai kegiatan, komunitas ini aktif mempublikasikan tulisan-tulisan mengenai silat tradisional, bahkan telah diliput oleh berbagai televisi swasta dan radio.</p>
<p style="text-align:justify;">Mereka juga menjalankan dokumentasi online berupa situs web sudah dikembangkan sejak tahun 2005. Silatindonesia.com menjadi situs resmi yang menampung beragam tulisan baik dari anggotanya hingga tulisan dari media lainnya yang berhubungan erat dengan pencak silat. SilatIndonesia.com bukan satu-satunya situs web yang dikembangkan untuk mempopulerkan silat tradisional karena ada situs lainnya seperti <em>sahabatsilat.com</em> sebagai media forum diskusi yang saat ini mencapai ratusan anggotanya dari seluruh dunia.</p>
<p style="text-align:center;"><img src="http://images.silatbogor.multiply.com/image/5/photos/38/400x400/20/IMG_0506.jpg?et=MXygOPCXDa8j0tqI68zl2w&amp;nmid=79829426" alt="" width="400" height="300" /></p>
<p style="text-align:justify;">Ditambah satu situs berbahasa inggris melalui alamatnya di <em>sahabatsilat.org</em> dan situs khusus untuk silat tradisional, <em>silattradisi.com</em>, “semua situs ini dikelola secara bersama-sama dan tentunya bekerjasama dengan pihak lainnya” ujar Yanweka dan Luri Darmawan sebagai pendiri situs.</p>
<p style="text-align:justify;">“Sejak bergabung dengan sahabatsilat.com saya mulai terbuka dengan pencak silat, selama ini saya mengenal pencak silat sebatas dari keluarga, dan teryata silat yang saya pelajari ini memang sudah mulai punah, dan kesadaran saya untuk melestarikannya kini sangat kuat,” ujar Abdul Rasyid salah satu karyawan di sebuah BUMN yang kini aktif di <em>Forum Diskusi</em> online sahabatsilat.com.</p>
<p style="text-align:justify;">Lain lagi dengan cerita Iwan setiawan yang saat ini menjabat sebagai koordinator silat <em>cingkrik goning.</em> “Selain melestarikan silat tentunya juga kita belajar menghargai guru-guru silat. Umumnya mereka memberikan ilmunya tanpa imbalan apa-apa, setidaknya dengan hadirnya kita generasi muda dapat memberikan semangat bagi mereka bahwa apa yang mereka miliki kini adalah sesuatu yang sangat berharga. Karena mereka pulalah setidaknya aliran silat tradisional yang umumnya sudah sulit di temukan kini dapat di pelajari oleh kita anak muda.”</p>
<p style="text-align:justify;"><img src="http://pencaksilat.wordpress.com/DOCUME%7E1/yk3233/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-2.jpg" alt="" /></p>
<p style="text-align:center;"><img style="border:2px solid black;" src="http://images.silatbogor.multiply.com/image/9/photos/21/500x500/71/Picture-210.jpg?et=rcRcJU8bD4%2B8BZwwO0AoPg&amp;nmid=18940124" alt="" width="350" height="263" /></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:justify;">Melalui <em>komunitas pencak silat Indonesia</em> tentunya ada sedikit pradigma baru terutama semangat kebersamaan dari generasi muda yang umumnya bukan pesilat prestasi. Menjadikan silat sebagai hobi dan gaya hidup, membuang kejenuhan mengisi waktu luang di akhir pekan.</p>
<p style="text-align:justify;">Semangat komunitas inilah yang menyebabkan rasa persahabatan dan silaturahmi sesama penghobi pencak silat tetep terjalin dengan akrab baik melalui komunikasi online dan juga saat tatap muka di akhir pekan untuk berkumpul maupun latihan bersama.</p>
<p style="text-align:justify;">“Setidaknya dengan olahraga ini saya punya sedikit beladiri dan tentunya badan jadi sehat,” jelas Ezra, mahasiswa yang aktif berlatih Cikalong.</p>
<p style="text-align:justify;">“Silat melatih diri dan kecerdasan secara menyeluruh, tidak hanya fisik tapi juga mental, bahkan spiritual,” tegas Rama. “Yang kesemuanya diolah dengan menggunakan gerak fisik silat yang di dalamnya terkandung unsur konsentrasi, koordinasi, mawas atau sadar akan diri baik fisik maupun non fisik, keseimbangan, energi dan rasa.”</p>
<p style="text-align:justify;">Di Indonesia, pencak silat dikelola oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) yang berdiri pada 18 Mei 1948. 60 tahun IPSI berdiri, perjalanan dan perjuangan yang sangat panjang dalam memperkenalkan dan mengembangkan pencak silat ke lima benua, dan setidaknya kini pencak silat memang sudah mendunia dengan dibentuknya <strong>Persekutuan Pencak Antar Bangsa (Persilat)</strong> pada 11 Maret 1980 oleh beberapa Negara di Asia Tenggara dengan jumlah anggotanya saat ini telah melebihi 20 negera.</p>
<p style="text-align:justify;">Kita berharap pencak silat ini mendapatkan dukungan dari kita semua termasuk komunitas pencak silat Indonesia dan juga masyarakat pada umumnya, sehingga tidak ada alasan lagi bahwa silat adalah olahraga kampungan.</p>
<p style="text-align:justify;">
<div style="padding-top:20px;text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Oleh : Yanweka<br />
</strong>Anggota Forum pelestari pencak silat tradisional Indonesia<br />
Pendiri situs silatindonesia.com<br />
<strong><em>Dipublkasikan Oleh : Koran Jurnal Nasional ( Jurnalnasional.com)</em></strong></p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yanweka.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yanweka.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yanweka.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yanweka.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yanweka.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yanweka.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yanweka.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yanweka.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yanweka.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yanweka.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yanweka.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yanweka.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yanweka.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yanweka.wordpress.com/118/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yanweka.wordpress.com&amp;blog=1570657&amp;post=118&amp;subd=yanweka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yanweka.wordpress.com/2009/08/05/pencak-silat-dan-gaya-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5668182b5c2523bc4b591b6cdcb1218f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yanweka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://images.silatbogor.multiply.com/image/32/photos/2/400x400/35.jpg/ofoto_import_18.jpg?et=QwwXuTtXv1MhbtPcaL6j9g&#038;nmid=0" medium="image" />

		<media:content url="http://images.silatbogor.multiply.com/image/25/photos/9/400x400/3/IMG_0256.jpg?et=L%2ByJIZOUpnbvcs0w4nQrDA&#038;nmid=9715703" medium="image" />

		<media:content url="http://images.silatbogor.multiply.com/image/30/photos/7/400x400/7/IMG_0073.jpg?et=I0oujZc27P1%2B%2BZk44Wjscw&#038;nmid=9084469" medium="image" />

		<media:content url="http://images.silatbogor.multiply.com/image/5/photos/38/400x400/20/IMG_0506.jpg?et=MXygOPCXDa8j0tqI68zl2w&#038;nmid=79829426" medium="image" />

		<media:content url="http://pencaksilat.wordpress.com/DOCUME%7E1/yk3233/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-2.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://images.silatbogor.multiply.com/image/9/photos/21/500x500/71/Picture-210.jpg?et=rcRcJU8bD4%2B8BZwwO0AoPg&#038;nmid=18940124" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Berpetualang mendaki Gunung Merapi</title>
		<link>http://yanweka.wordpress.com/2009/04/08/berpetualang-mendaki-gunung-merapi-2/</link>
		<comments>http://yanweka.wordpress.com/2009/04/08/berpetualang-mendaki-gunung-merapi-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Apr 2009 02:26:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanweka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adventure]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yanweka.wordpress.com/?p=93</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini pernah nongrong di kompas.com, semoga tetap bermanfaat buat kita semua. Update: Jumat, 27/05/2005, 10:05 wib Berpetualang mendaki Gunung Merapi Gunung Merapi (2914 meter) hingga saat ini masih dianggap sebagai gunung berapi aktif dan paling berbahaya di Indonesia, namun menawarkan panorama dan atraksi alam yang indah dan menakjubkan. Secara geografis terletak di perbatasan Kabupaten [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yanweka.wordpress.com&amp;blog=1570657&amp;post=93&amp;subd=yanweka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tulisan ini pernah nongrong di kompas.com, semoga tetap bermanfaat buat kita semua.<br />
Update: Jumat, 27/05/2005, 10:05 wib<br />
Berpetualang mendaki Gunung Merapi</strong></p>
<p>Gunung Merapi (2914 meter) hingga saat ini masih dianggap sebagai gunung berapi aktif dan paling berbahaya di Indonesia, namun menawarkan panorama dan atraksi alam yang indah dan menakjubkan. Secara geografis terletak di perbatasan Kabupaten Sleman (DIY), Kabupaten Magelang (Jateng), Kabupaten Boyolali (Jateng) dan Kabupaten Klaten (Jateng). Berjarak 30 Km ke arah utara Kota Yogyakarta, 27 Km ke arah Timur dari Kota Magelang, 20 Km ke arah barat dari Kota Boyolali dan 25 Km ke arah utara dari Kota Klaten.</p>
<p>Bilamana gunung ini menunjukan kedahsyatan erupsinya, masyarakat Yogyakarta dapat menyaksikan gumpalan asapnya yang berwarna putih kelabu atau kehitaman–hitaman mengepul keatas yang dari kejauhan nampak seperti timbunan bulu domba. Akan tetapi bilaman gunung itu dalam keadaan “tenang”, pesonanya demikian memukau, sehingga merangsang para remaja yang ingin berpetualang mendaki gunung dan para pecinta olahraga mendaki gunung untuk menaklukan puncaknya.<span id="more-93"></span></p>
<p>Mendaki Gunung Merapi merupakan obyek wisata petualangan yang sangat menantang bagi para petualang yang ingin merasakan keindahannya. Untuk berpetualang disana anda dapat melalui beberapa jalur pendakian dari tingkat kesulitan yang tinggi hingga melalui jalur yang mudah, jalur pendakian tersebut antara lain melalui jalur pendakian bebeng (sebelah selatan) dan melalui Selo (sebelah utara).</p>
<p>Bagi yang kurang berminat melakukan pendakian sampai ke puncak masih dapat memuaskan hasrat hatinya untuk mengagumi kedahsyatan yang indah dari gunung Merapi ini, dari daerah Bebeng yang terletak lebih kurang 2 kilometer disebelah tenggara daerah Kaliurang, atau bisa juga melihat dari daerah Turi, lebih kurang 5 km disebelah barat daerah Kaliurang, jika ingin menyaksikan puncak Merapi dari kejauhan secara jelas, dapat digunakan teropong pengamat dari Pos Pengamatan Gunung Merapi di Plawangan.</p>
<p>Untuk mendaki gunung ini kita dapat melalui jalur pendakian yang paling mudah yaitu melalui jalur pendakian selo. Selo adalah sebuah kota kecil yang masuk ke dalam kabupaten Boyolali. Dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat baik dari arah Magelang maupun dari kota Boyolali. Kota ini memiliki kekhasan tersendiri karena udaranya yang sejuk dan dari sini kita dapat melihat dua buah gunung yang mengapit kota ini yaitu gunung Merbabu dan gunung Merapi. Kedua gunung tersebut dapat kita daki melalui kota ini dengan catatan untuk mendaki gunung Merbabu lebih sulit dari Selo karena jaurnya yang terjal, dan berbeda sekali dengan gunung Merapi yang dapat kita tempuh hanya memakan waktu 5–6 jam menuju puncak.</p>
<p>Sebelum mendaki alangkah baiknya anda melaporkan rencanan perjalanan anda ke basecamp pendakian yang letaknya tepat di pinggir jalan. Selain itu di basecamp ini anda dapat menyiapkan segala perlengkapan yang akan dibawa, bila butuh pemandu anda juga dapat menemui banyak sekali pemanda yang siap mengantarkan anda.</p>
<p>3 jam perjalanan kita akan merasakan hutan yang sudah mulai gundul di kawasan ini, dengan jalan tanah bercampur akar–akar pohon, namum keindahan sekelilingnya sudah bisa kita nikmati yaitu sajian kota Boyolali dan kota Magelang dari kejauhan. Setalah itu kita tidak akan menemui pohon yang tinggi dan angin mulai berhembus kencang, anda dapat melihat pemandangan yang sangat menakjubkan yaitu berupa hamparan batu hingga mencapai puncak Garuda. Hamparan batu dikenal dengan pasar Bubrah atau pasarnya lelembut. Untuk mencapai puncak kita dapat menempuh kurang lebih 1 jam melewati batu sediment bekas letusan gunung tersebut. Puncak Gunung merapi pada ketinggian 2914 Mdpl dengan pesona kawah yang masih aktif dan disana pula anda dapat melihat dan naik ke atas puncak garuda, tanah tertinggi di yogjakarta. Selamat berpetualang. (yanwk/gappala.or.id/milispendaki)</p>
<p>Sumber :<br />
Yanweka</p>
<p>http://www.kompas.co.id/jalanjalan/news/0505/27/100522.htm</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yanweka.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yanweka.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yanweka.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yanweka.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yanweka.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yanweka.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yanweka.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yanweka.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yanweka.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yanweka.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yanweka.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yanweka.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yanweka.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yanweka.wordpress.com/93/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yanweka.wordpress.com&amp;blog=1570657&amp;post=93&amp;subd=yanweka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yanweka.wordpress.com/2009/04/08/berpetualang-mendaki-gunung-merapi-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5668182b5c2523bc4b591b6cdcb1218f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yanweka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menggapai Atap-atap Dunia</title>
		<link>http://yanweka.wordpress.com/2009/04/08/menggapai-atap-atap-dunia-2/</link>
		<comments>http://yanweka.wordpress.com/2009/04/08/menggapai-atap-atap-dunia-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Apr 2009 02:22:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanweka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adventure]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yanweka.wordpress.com/?p=90</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini pernah di terbitkan oleh majalah komputer aktif sekitar tahun 2004, salah satu situs yang di angkat adalah situs gappala. semoga tetap bermanfaat buat kita semua. Masa liburan sekolah/kuliah memang enak diisi kegiatan. Apalagi kalau kegiatan itu memang kegemaran Anda. Anda kaum muda yang suka berkegiatan di alam bebas, pasti deh memilih wilayah pegunungan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yanweka.wordpress.com&amp;blog=1570657&amp;post=90&amp;subd=yanweka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>Tulisan ini pernah di terbitkan oleh majalah komputer aktif sekitar tahun 2004,  salah satu situs yang di angkat adalah situs gappala. semoga tetap bermanfaat buat kita semua.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Masa liburan sekolah/kuliah memang enak diisi kegiatan. Apalagi kalau kegiatan itu memang kegemaran Anda. Anda kaum muda yang suka berkegiatan di alam bebas, pasti deh memilih wilayah pegunungan atau rimba raya sebagai daerah tujuan. Apalagi Anda yang tergabung dalam organisasi kepencintaalaman di sekolah atau perguruan tinggi, tentunya sudah merencanakan perjalanan yang penuh tantangan, entah mendaki gunung, memanjat tebing, menelusur gua, atau yang lain.<br />
<span id="more-90"></span><br />
Nah, kalau Anda sendirian dan tidak ada teman yang “jago” yang bisa diajak naik gunung, tak perlulah mengurungkan niat Anda yang bergelora itu. Satu cara yang bisa ditempuh adalah mencari informasi terlebih dahulu tentang gunung yang ingin Anda daki, supaya Anda tak menemui kesulitan kelak.</p>
<p style="text-align:justify;">Situs Anak Gunung<br />
Situs lokal pertama untuk pendaki gunung, di antara situs lain yang jumlahnya memang sedikit, adalah www.azimuth.or.id. Oleh webmaster-nya, situs ini didirikan karena kecintaan mereka akan aktivitas pendakian ke atap-atap dunia.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan hasilnya, website ini menjadi sebuah situs informasi aktivitas pendakian gunung di Indonesia. Konsep yang ditawarkan situs ini adalah sebagai portal yang mampu memberikan informasi, sarana komunikasi, hiburan sekaligus shopping alat-alat pendakian gunung.</p>
<p style="text-align:justify;">Menu yang tersedia di situs yang dominan biru ini cukup beragam, meski masih terbatas soal datanya. Di sini ada referensi mengenai metode pendakian gunung, tip-tip bagi pendaki, forum diskusi antarsesama pehobi, beragam direktori yang terkait dengan kegiatan ini, sampai daftar dan info tentang gunung se-Indonesia. Bahkan daftar barang-barang dasar yang mesti Anda bawa selama melakukan pendakian tersedia pula di sini.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi, Anda tak perlu bingung atau takut kelupaan. Oh ya, Anda juga bisa menikmati e-mail gratis dan fasilitas chatting yang disediakan situs tersebut di IRC #pendaki di DalNet. Mengenai fasilitas, situs yang satu ini bisa dibilang cukup lengkap, setidaknya dalam hal informasi bagi para pendaki.</p>
<p style="text-align:justify;">Komunitas Gappala<br />
Situs ciamik khusus pencinta alam lainnya yang bisa dijenguk adalah situs pencinta alam milik Karang Taruna Cipinang Muara Jakarta, yang beralamat di www27.brinkster.com/gappala (Gappala.or.id -red). Menu info pendakian gunung cukup lengkap tersedia.</p>
<p style="text-align:justify;">Di situ ada cerita jelajah tentang cerita seputar kegiatan alam bebas yang menarik dari pengalaman anggota Gappala, info jalur pendakian gunung, beragam tip pendakian, link beragam situs pendakian, info data klub pencinta alam, polling, dan juga satu menu hiburan khusus: zodiak!</p>
<p style="text-align:justify;">Klub Pencinta Alam<br />
Informasi tentang gunung dan pendakian sebenarnya juga bisa dilongok pada situs-situs perkumpulan pencinta alam. Meski tak banyak, tapi lumayan untuk dibaca sebagai pengetahuan.</p>
<p style="text-align:justify;">Situs pertama klub pencinta alam yang pantas Anda sambangi adalah highcamp.tripod.com. Lumayan lengkap juga fasilitasnya di sini. Ada info untuk trekking, climbing, caving, camping, sampai rafting. Website dua bahasa, Indonesia dan Inggris, ini menyedaikan beragam tip, survival guide, panduan untuk pemula, hingga jual-beli peralatan gunung.</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin Anda yang pencinta alam sering mendengar mengenai tim Mapala UI. Klub pencinta alam Universitas Indonesia yang pernah menjelajah sampai Pegunungan Himalaya ini, bisa Anda kunjungi di MapalaUI online yang beralamat www.mapalaui.org.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang bisa Anda manfaatkan di situs ini selain informasi umum mengenai apa itu Mapala UI, adalah berbagai artikel mengenai pendakian gunung serta jalur-jalur gunung yang pernah dilalui oleh tim-tim Mapala UI.</p>
<p style="text-align:justify;">Klub lain yang punya situs adalah pencinta alam dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta, yang beralamat di www.palawa-uajy.org. Situs apik ini meski banyak berisi profil Palawa sendiri, namun ada fasilitas warta yang berisi informasi-informasi mengenai pendakian dan segala jenis kegiatan pencinta alam lainnya, seperti penelusuran gua, arung sungai, dan semacamnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Masih banyak situs semacam ini. Ada beberapa yang bisa dikunjungi seperti:</p>
<p style="text-align:justify;">* www.stormpages.com/tantapala<br />
* www.geocities.com/mapala09uh<br />
* www.khaniwata.itgo.com<br />
* www.geocities.com/everestamedia<br />
* kalvares.tripod.com<br />
* members.tripod.com/~stemdapala<br />
* geodipa.8m.com<br />
* dapala.4t.com/links.html<br />
* www.geocities.com/tnb_39<br />
* www.mapalaya.org</p>
<p style="text-align:justify;">Berita dari Everest<br />
Jajaki pula beragam situs para pendaki gunung yang berada di luar negeri. Coba tebak, gunung apa yang paling menantang para pendaki gunung di dunia? Benar, Gunung Everest yang berada di kawasan Pegunungan Himalaya.</p>
<p style="text-align:justify;">Anda bisa tahu banyak tentangnya, atau pun Anda bisa mendapatkan beragam teknik mendaki dari para pendaki kelas dunia, di www.everest news.com. Banyak berita dan cerita pendakian gunung disajikan di sini. Jika Anda ingin belajar banyak mengenai pendakian, bisa klik menu Education yang disediakan situs ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Panduan bagi pencinta alam juga bisa dilihat di www.mountainguides.com. Situs yang diasuh oleh tiga pendaki profesional kelas dunia ini punya banyak fasilitas pula. Bukan sembarang panduan. Panduan ini berasal dari artikel-artikel yang ditulis oleh para pendaki gunung kelas wahid.</p>
<p style="text-align:justify;">Mau tahu tentang gunung-gunung yang menarik untuk didaki di seluruh dunia? Coba kunjungi www.summitpost.com. Di sini Anda dapat mengail beragam info tentang gunung secara detil. Dari foto, ketinggian, kondisi gunung, sampai cara menuju ke lokasi gunung tersebut, tersaji lengkap.</p>
<p style="text-align:justify;">Info tentang gunung-gunung di Indonesia pun tersedia. Tidak cuma itu, menu lainnya seperti info peralatan pendakian terbaik, belanja online, dan laporan perjalanan, juga ada.</p>
<p style="text-align:justify;">Situs lain yang kiranya perlu Anda klik adalah www.mountainzone.com. Segala jenis kegiatan olahraga terkait dengan gunung tersedia komplet. Anda bisa menyaksikan beragam foto bagus tentang aktivitas para pendaki di situs ini, selain juga menu-menu artikel bermanfaat lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kurang puas juga dengan informasi yang telah Anda peroleh? Anda bisa kunjungi situs-situs lainnya seperti:</p>
<p style="text-align:justify;">* peakware.com<br />
* www.mnteverest.net<br />
* www.todd skinner.com<br />
* www.americas roof.com/world.html<br />
* ultralight-hiking.com/home.html</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan mengeklik beragam situs tadi, tentulah pengetahuan Anda tentang kegiatan di alam bebas bertambah. Lumayanlah buat tambah-tambah bekal.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun untuk pergi sendirian mendaki gunung, lebih baik Anda pikir ulang lagi, lebih-lebih bila Anda tak begitu cukup pengalaman untuk melakukannya. Jangan sampai kenekatan Anda bikin tim SAR kerepotan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Source : Majalah Komputer Aktif</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yanweka.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yanweka.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yanweka.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yanweka.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yanweka.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yanweka.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yanweka.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yanweka.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yanweka.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yanweka.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yanweka.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yanweka.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yanweka.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yanweka.wordpress.com/90/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yanweka.wordpress.com&amp;blog=1570657&amp;post=90&amp;subd=yanweka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yanweka.wordpress.com/2009/04/08/menggapai-atap-atap-dunia-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5668182b5c2523bc4b591b6cdcb1218f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yanweka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pendakian Milis #pendaki ke Merapi 25-26 Dsember 2004</title>
		<link>http://yanweka.wordpress.com/2008/10/28/pendakian-milis-pendaki-ke-merapi-25-26-dsember-2004/</link>
		<comments>http://yanweka.wordpress.com/2008/10/28/pendakian-milis-pendaki-ke-merapi-25-26-dsember-2004/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Oct 2008 16:50:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanweka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adventure]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yanweka.wordpress.com/?p=80</guid>
		<description><![CDATA[Pendakian ini adalah pendakian yang dimotori oleh rekan-rekan milis pendaki Indonesia, diikuti oleh 24 peserta dari 4 kota, antara lain Jakarta, Yogja, surabaya dan solo. Dari Jakarta di bagi 2 kloter perjalanan antara lain “kloter Senen” yaitu Bang Nanda, Nhanha, Ryan(M_zikir), Rina, Dini dan Dody. “Kloter Jatinegara” terdiri atas Arinowo, mhama, Barak, Semi, Setia, Ipul, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yanweka.wordpress.com&amp;blog=1570657&amp;post=80&amp;subd=yanweka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h6 style="text-align:justify;">Pendakian ini adalah pendakian yang dimotori oleh rekan-rekan milis pendaki Indonesia, diikuti oleh 24 peserta dari 4 kota, antara lain Jakarta, Yogja, surabaya dan solo. Dari Jakarta di bagi 2 kloter perjalanan antara lain “kloter Senen” yaitu Bang Nanda, Nhanha, Ryan(M_zikir), Rina, Dini dan Dody. “Kloter Jatinegara” terdiri atas Arinowo, mhama, Barak, Semi, Setia, Ipul, Gethuk, Baba, dan Yanweka. Kloter hanya sebutan kami, untuk menyebut groups yang bergabung di dalam team merapi saat itu.</h6>
<p>Meeting point yang telah ditentukan adalah Stasiun Tugu Jogjakarta. Tepat pukul 9 pagi kami berkumpul disana, ditambah seorang kawan dari milis Jejak Petualang yaitu Yusup Irfan yang turut bergabung dengan kami sekaligus menjadi guet kami selama perjalanan.<br />
<span id="more-80"></span><br />
Setalah sarapan pagi lesehan di sebuah warung, kami langsung menlanjutkan perjalanan menuju kota selo, tidak kurang 2.5 jam sampai di kota yang sejuk ini dengan mobil carteran, dan hujan pun menyapa kami dengan lembut.</p>
<p>Di basecamp ini kloter dari solo dan surabaya belum terlihat, menurut kabar sms mereka masih dalam perjalan menuju selo. Kloter solo ini terdiri atas beberapa rekan Palimka dan satu dari surabaya yaitu kiskie.</p>
<p>Terdengar kabar via sms bahwa team yogja yaitu kabul dan badug yang mendaki melalui jalur bebeng sudah mendekati pos 4.</p>
<p>Bila kita simak sedikit tentang gunung merapi ini maka Gunung Merapi (2914 meter) hingga saat ini masih dianggap sebagai gunung berapi aktif dan paling berbahaya di Indonesia, namun menawarkan panorama dan atraksi alam yang indah dan menakjubkan. Secara geografis terletak di perbatasan Kabupaten Sleman (DIY), Kabupaten Magelang (Jateng), Kabupaten Boyolali (Jateng) dan Kabupaten Klaten (Jateng). Berjarak 30 Km ke arah utara Kota Yogyakarta, 27 Km ke arah Timur dari Kota Magelang, 20 Km ke arah barat dari Kota Boyolali dan 25 Km ke arah utara dari Kota Klaten.</p>
<p>Bilamana gunung ini menunjukan kedahsyatan erupsinya, masyarakat Yogyakarta dapat menyaksikan gumpalan asapnya yang berwarna putih kelabu atau kehitaman-hitaman mengepul keatas yang dari kejauhan nampak seperti timbunan bulu domba. Akan tetapi bilaman gunung itu dalam keadaan &#8220;tenang&#8221;, pesonanya demikian memukau, sehingga merangsang para remajayang ingin berpetualang mendaki gunung dan para pecinta olahraga mendaki gunung untuk menaklukan puncaknya.</p>
<p>Mendaki Gunung Merapi merupakan object wisata petualangan yang sangat menantang bagi para petualang yang ingin merasakan keindahannya. Untuk berpetualang disana anda dapat melalui beberapa jalur pendakian dari tingkat kesulitan yang tinggi hingga melalui jalur yang mudah, jalur pendakian tersebut antara lain melalui jalur pendakian bebeng (sebelah selatan) dan melalui Selo (sebelah utara).</p>
<p>Bagi yang kurang berminat melakukan pendakian sampai ke puncak masih dapat memuaskan hasrat hatinya untuk mengagumi kedahsyatan yang indah dari gunung Merapi ini, dari daerah Bebeng yang terletak lebih kurang 2 kilometer disebelah tenggara daerah Kaliurang, atau bisa juga melihat dari daerah Turi, lebih kurang 5 km disebelah barat daerah Kaliurang, jika ingin menyaksikan puncak Merapi dari kejauhan secara jelas, dapat digunakan teropong pengamat dari Pos Pengamatan Gunung Merapi di Plawangan.</p>
<p>Untuk mendaki gunung ini kita dapat melalui jalur pendakian yang paling mudah yaitu melalui jalur pendakian selo. Selo adalah sebuah kota kecil yang masuk ke dalam kabupaten boyolali. Dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat baik dari arah magelang maupun dari kota boyolali. Kota ini memikili kekhasan tersendiri karena udaranya yang sejuk dan dari sini kita dapat melihat dua buah gunung yang mengapit kota ini yaitu gunung merbabu dan gunung merapi.</p>
<p>kedua gunung tersebut dapat kita daki melalui kota ini dengan catatan untuk mendaki gunung merbabu lebih sulit dari selo karena jaurnya yang terjal, dan berbeda sekali dengan gunung merapi yang dapat kita tempuh hanya memakan waktu 5-6 jam menuju puncak.<br />
Sebelum mendaki alangkah baiknya anda melaporkan rencanan perjalanan anda ke basecamp pendakian yang letaknya tepat di pinggir jalan.</p>
<p>Selain itu di basecamp ini anda dapat menyiapkan segala perlengkapan yangakan dibawa, bila butuh pemandu anda juga dapat menemui banyak sekali pemanda yang siap mengantarkan anda.</p>
<p>3 jam perjalanan kita akan merasakan hutan yang sudah mulai gundul di kawasan ini, dengan jalan tanah bercampur akar-akar pohon, namum keindahan sekelilingnya sudah bisa kita nikmati yaitu sajian kota boyolali dan kota magelang dari kejauhan. setalah itu kita tidak akan menemui pohon yang tinggi dan angin mulai berhembus kencang, anda dapat melihat pemandangan yang sangat menakjupkan yaitu berupa hamparan batu hingga mencapai puncak garuda.</p>
<p>Hambaran batu dikenal dengan pasar bubrah atau pasarnya lelembut, untuk mencapai puncak kita dapat menempuh kurang lebih 1 jam melewati batu sediment bekas letusan gunung tersebut. Puncak Gunung merapi pada ketinggian 2914 Mdpl dengan pesona kawah yang masih aktif dan disana pula anda dapat melihat dan naik ke atas puncak garuda, tanah tertinggi di yogjakarta.</p>
<p>Ngecamp di Watu Gajah<br />
4 Jam perjalanan dari basecamp sampailah kami di watu gajah, di sini kami mendirikan tenda dengan terpaan angin yang cukup kencang. Dipilihnya watu gajah karena kondisi cuaca yang kurang mendukung untuk melanjutkan perjalan ke pasar bubrah, apalagi team solo dan surabaya masih jauh dibawah sana.</p>
<p>Tepat pukul 10 malam team solo dan surabaya sampai di camp, dan meraka langsung mendirikan tenda dan langsung bobo.</p>
<p>Pagi Muncak<br />
Setalah berfoto-foto ria dan sarapan pagi, kami langsung melanjutkan perjalanan menuju puncak, seluruh team kecuali bang ryan saja yang tetap tinggal di tenda untuk menyediakan makan siang.</p>
<p>Sejak di pasar bubrah saya dan barak melihat jalur yang lumayan terjal<br />
maka itulah saya sengaja informasikan ke kawan barak untuk mengawasi rekan-rekan khususnya cewek, terutama kiskie, dini, dan setia (nhanha juga dech).</p>
<p>Bertemu dengan kabul cs<br />
Sebuah tenda biru tidak jauh dari puncak disanalah team yogja mas kabul dan badung ngecamp tadi malam, Sedangkan posisi saya nggak jauh &#8211; jauh dari bang nanda, hanya saja sewaktu ketemu dengan mas kabul &#8230;, posisi saya sudah ada di atas sayap kiri&#8230;., dan saya sempet jabat tangan dengan kalian&#8230;., dan aku<br />
langsung ngeloyor krn melihat setia &#8230;.semakin ke kanan &#8230;(salah jalur) dan barak teriak-teriak &#8220;kiri-kiri&#8221;</p>
<p>diPuncak<br />
1 Jam berjalan santai sampailah di puncak garuda dengan asap belerang yang mengepul dari sela-sela batu membuat sesak nafas, namun tak menghalangi kami untuk berfoto-foto. Dan tentunya yang utama adalah mengucapkan rasa syukur krn masih bisa diberikan kenikmatan menikmati puncak garuda Gunung Merapi.</p>
<p>Selepas berfoto-foto di puncak saya, barak dan ipul sengaja menjadi juru<br />
kunci alias paling buncit&#8230;krn jempol kaki kanan terasa nyeri akibat<br />
keseleo&#8230;, di temani barak dan ipul kita sempet mandi uap SPA dari uap<br />
yang keluar dari sela-sela batu dikawasan puncak merapi ini.</p>
<p>Sampai di basecamp tenda barulah saya bisa berbincang-bincang dengan mas<br />
kabul dan mas badun9, sambil mendengarkan cerita kalian yang agak<br />
menyeramkan itu&#8230;, waktu jualah yang tidak menyempatkan kita untuk<br />
ngobrol-ngobrol lebih lama&#8230;, krn kitapun harus mengejar kereta api<br />
sore ini juga&#8230;, krn sebagian teman2 harus bekerja pagi harinya.</p>
<p>Terima kasih atas cerita pengalaman kalian, walaupun pertemuan kita<br />
hanya sesaat semoga tali persahabatan ini semakin erat&#8230;, dan mohon<br />
maaf bila kami memiliki ke alfaan yang kurang berkenan sewaktu disana.</p>
<p>Terima kasih atas persabatan dan perjalanan yang indah ini. (yanwk/gappala14/milispendaki).</p>
<p>Dan bagaimana kabul dan badung melewati jalur bebeng yang agak terjal dibawah ini kabul akan menceritakan untuk anda.</p>
<p>From: keranda mayat baloengnom16@yahoo.com<br />
Yogyakarta akhir akhir ini sepanjang hari hujan, deras. Jalanan sekitarku kerap<br />
digenangi air setinggi lutut yang sering buat motor mogok. Siang yang mendung<br />
itu, usai hujan dibawah guyuran gerimis kami mencari 4 dirigen 2,5 liter. Saat<br />
ditanyakan oleh ibu penjual dirigen, kami bilang, &#8220;Mau buat perjalanan bu, ke<br />
Merapi&#8221;.</p>
<p>Lantas ibu itu bilang, Merapi lagi status siaga dik, liat aja di koran<br />
Merapi kemarin, waktu kita cari, ternyata korannya gak ada. Aku tertegun, kaget,<br />
dan bertanya tanya, kalaupun iya, kami harus membatalkan perjalanan. Melihat<br />
kondisi sekarang ini, puncak yang sering diguyur hujan akan meningkatkan<br />
aktifitas kawah yang semakin mengepulkan asap pekat dan tebal.</p>
<p>Ibu itu bercerita panjang lebar, tentang Merapi, tentang mistis Jogja, tentang<br />
aktifitas gaib yang sedang &#8220;marah&#8221;, kata ibu, &#8220;Saat ini alam lagi panas dik,<br />
alam yang nggak keliatan dan yang keliatan, tapi kebanyakan orang nggak<br />
percaya&#8221;, cuaca lagi nggak ramah, dan gaib lagi marah karena tempat tempat<br />
mereka diganggu, liat sendirikan, acara acara di TV yang banyak menampilkan<br />
pencarian penampakan, dsb, dsb.&#8221; &#8220;Adik dari mana? Semarang bu, klo Smg atau dari<br />
Jogja insyaAllah dilindungi,&#8221; he he.</p>
<p>Aku bilang, sudah pernah ketemu mbah<br />
Marijan kok bu, juru kunci Merapi, ntar kita juga ijin dulu kesana. Ibu itu<br />
terus bercerita, sementara kita sudah ingin pulang ke kos <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> , akhirnya kami<br />
minta restu dan doa dari ibu ibu yang berumur sekitar 60-an, di doakan euy,<br />
lumayan dapat petuah bijak.</p>
<p>Seharian itu hujan, belanja logistik, terus packing buat perjalanan besok, saat<br />
cari logistik, aku lihat di koran KR, status Merapi aktif normal, angin di<br />
sekitaran puncak tenang, bertiup dari selatan ke barat daya. Cukup aman, kurasa.</p>
<p>Hari Jumat, kliwon, kita sampai di desa Kinahreja, ntah, hari hari mendekati<br />
perjalanan kami selalu bertemu dengan orang tua, dan kebanyakan dari mereka<br />
memberi senyum yang sangat ramah, membuat perjalanan yang menegangkan ini terasa<br />
jelas kutatap, meski cuaca sebenarnya disinipun tak pernah lepas dari hari<br />
gelap, mendung, dan hujan,</p>
<p>ketemu mbah Marijan, mbah sempat khawatir juga, tapi<br />
dengan gaya bicaranya yang khas, tenang dan menyejukkan, senyum lagi, &#8220;Adik<br />
sudah pernah kesini? mbah percaya aja sama kalian, asal.. &#8220;, sebelum selesai<br />
bicaranya aku ngomong sama mbah, ntar kalo cuacanya nggak memungkinkan kami<br />
nggak meneruskan kok mbah, paling nggak itu bisa membuat beliau tenang.</p>
<p>Lepas dari jam satu siang, setelah hujan deras, sisa sisa gerimis, kami mulai<br />
perjalanan menuju campIV, camp tertinggi di lereng selatan. 1 jam pertama menuju<br />
CampI sempat sinar matahari muncul, menuju campII, dst keadaan gelap, turun<br />
hujan lagi, basah.. basah.. , sampai di CampIV, pukul 17.30. Buka tenda di lahan<br />
yang sempit dan miring, carrier dijadikan alas untuk mengurangi kemiringan<br />
tenda.</p>
<p>Sabtu pagi, pukul 08.00 kita lanjutkan perjalanan ke arah Puncak Utara (Garuda).<br />
Langsung mendaki dan menyisir ke timur. Setiap tikungan dan tanjakan kami beri<br />
marker merah, setiap jarak yang hilang jangkauan pandangan karena kabut, kira<br />
kira 5 meter. Di tempat yang tak terjangkau karena tebing, agar tak kehilangan<br />
jejak, seandainya terjadi hal hal yang memaksa kita turun.</p>
<p>Perjalanan kita dibelah jurang tebing, naik lagi ke atas ke hulu lembah,<br />
melintas di slab berkemiringan 70 derajat, dengan carrier 90liter di pundak,<br />
enak tenan. Kami tak mungkin memanjat tebing setinggi 20meter itu, agak turun ke<br />
bawah, carrier ditanggalkan, kemudian memanjat memasang anchor(tambatan tali) di<br />
batu tebing. Dengan berpegangan pada webbing(tali pita) kita melewati suatu<br />
bentuk patahan tipis dan retak.</p>
<p>Cuaca saat itu kabut namun kadang jarak pandang bisa mencapai puluhan meter ke<br />
sekitar lereng. Membuat perjalanan ini terasa lancar lancar saja, dan kitapun<br />
tertawa.. haa haa. Sampai di tepi batas punggungan mulai mendaki ke Puncak.<br />
Terjal, batu batuan semakin rapuh dan mudah longsor, langit di atas cuman<br />
setinggi kepala, gelap bagai malam, kabut menyergap dari segala penjuru,<br />
diliputi asap belerang yang tebal. Tak terasa di depanku sebuah tebing<br />
menjulang, ketika melongok ke kiri, disamping tebing itu lereng berwarna kuning<br />
kehijauan mengepulkan asap pekat berbau menyengat.</p>
<p>Sejenak kami di balik tebing, bertanya tanya pada kabut dan cuaca, akankah kita<br />
melewatinya? Pandangan tak mungkin tersingkap, maksimal satu dua meter. Ternyata<br />
tak ada pilihan lain, sebelum kami terjebak lebih lama di balik tebing ini, air<br />
bekal kami gunakan untuk membasahi kain untuk masker pernafasan. Aku bilang ke<br />
rekanku, &#8220;Kamu cepat ikuti aku,</p>
<p>jangan berhenti dan terus mendaki, tak berpikir<br />
panjang, langkahku dimentahkan belerang rapuh itu, panas, beberapa kali pijakan<br />
hancur karena rapuhnya medan terjal itu, akhirnya usaha yang kulakukan berhasil<br />
juga, diikuti badun9, nafas terlanjur dipenuhi asap sesak dan menyakitkan di<br />
paru paru. Akhirnya aku berdiri di puncak tebing, lahan bebatuan disamping<br />
ladang belerang. Helipad lebar. Tampak beberapa seismograf yang menunjukkan<br />
posisi kami sudah dekat ke arah puncak, namun tak terlihat apapun, kecuali tanah<br />
yang kita pijak. Kemana arah kawah mati? Kabut semakin dingin, gelap gulita, aku<br />
putuskan menunggu beberapa detik menunggu jarak<br />
pandang melebar.</p>
<p>Sampai akhirnya, kami coba melangkah satu dua meter meraba kondisi medan. Aku<br />
ingat jalan ke bibir kawah mati cenderung menurun. Masih ragu ragu, kita hanya<br />
berhenti memandang kegelapan kabut, kulemparkan dua batu besar untuk mengetahui<br />
mana jurang kawah mati. Dalam kekacauan ini terlihat setumpukan batu, kemudian<br />
bendera orange pendakian anak anak TWKM kemarin, kami bisa menentukan arah<br />
perjalanan. Jurang kawah mati di depan mata,</p>
<p>tapi kami tak sanggup melangkah<br />
kecuali hanya menahan dingin dan menahan nafas akibat asap kawah.<br />
Terjebak ntah berapa menit, samar samar tampak sebuah kabel hitam, aku ingat,<br />
pendakianku dulu mengikuti kabel karet ini, &#8220;Ini jalannya,&#8221; tanpa ragu lagi kita<br />
menyisir bibir kawah selebar satu meter yang mendaki, melewati sumur uap yang<br />
tampak mengerikan, dihantam kabut dan angin kencang.</p>
<p>Sampai di jalur lereng puncak dari arah utara. Istirahat sebentar, hampir pukul<br />
14.30. Carrier kami tinggal dan segera mendaki 5menit ke puncak Utara, cuaca<br />
semakin tdk menentu, gerimis, ambil dua foto, dan langsung turun ke arah<br />
carrier.<br />
Segera memakai raincoat kemungkinan akan terjadi hujan badai. Kami melanjutkan<br />
perjalanan turun ke arah pasar Bubrah, tapi diguyur hujan deras, disertai petir.<br />
Segera lereng ini menjadi aliran air yang mengalir deras, pemandangan yang<br />
sangat indah, bagai di tengah riak jeram, namun keadaan tak memungkinkan untuk<br />
mengambil kamera.</p>
<p>Kami tetap berjalan ditengah guyuran hujan, sesekali merunduk sejenak saat<br />
kilatan petir menyambar. Kami berjalan menepi ke tebing tebing yang sepintas<br />
seperti air terjun yang mengucurkan air melimpah. Tanpa sengaja kutemukan<br />
cerukan tebing menjorok ke dalam, disana kami cukup mendapatkan perlindungan<br />
dari hujan deras. Menunggu hujan reda, akhirnya kami putuskan flycamp di atas<br />
batuan tebing ini.</p>
<p>Hari mulai sore, cuaca semakin membaik, namun kabut masih menyelimuti.<br />
Melewatkan malam minggu di lahan sempit miring di lereng bawah puncak. Menunggu<br />
kabar teman dari Jakarta, esp. Gethuk &#8220;Truwelu&#8221;. Paginya, meski matahari tak<br />
bersinar secerah dan sepanas yang kami inginkan, bekal basah kami keringkan di<br />
atas bebatuan, sambil menunggu sms dari Geth, sesaat kemudian Hp berdering, Geth<br />
mengabarkan, teman teman dalam perjalanan ke Puncak dari bawah pasar Bubrah,<br />
&#8220;Ok, tak tunggu pak, Selamat Mangkat&#8221; jawabku singkat.:)~</p>
<p>Pukul berapa, aku lupa, melewati kami dua orang ke puncak, kemudian beberapa<br />
saat lagi, lewat tiga orang, aku tanya salah satu dari mereka, &#8220;Dari mana mas?&#8221;,<br />
dia jawab, &#8220;Pathuk, ngantar teman dari Jakarta&#8221;, Kemudian aku tanya lagi ce di<br />
belakangnya, &#8220;Dari Jakarta mbak, yah, ada yang namanya Gethuk??&#8221; Dia melewati<br />
kami terus berhenti di depan, &#8220;Oh ini khabul yah&#8221;, perkenalan dengan mbak</p>
<p>Nhanha, disusul rombongan di belakangnya dari anak anak Gappala, teman teman<br />
Palimka, andri, agus, dst, dan ketemu dengan abang kita, bang Nandha <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> ,<br />
kemudian ntah urutan mana yang benar, Arief Gethuk, Rina, Dodi, Kiskie, oh iya,<br />
Dini, terus.. dst, perkenalan, salam salaman kemudian mereka ke puncak.<br />
Beberapa saat setelahnya suasana kabut kemudian gerimis, sebentar kemudian kita<br />
selamatkan barang barang terus packing Carrier.<br />
Kita sama sama turun ke pasar Bubrah, dan seterusnya ke Basecamp Selo.<br />
Tak terasa kaki kami melangkah menjauh tebing yang beberapa hari ini menemani<br />
dan menjadi naungan kami, jauh dari getaran getaran kaki manusia di Puncak yang<br />
sunyi.</p>
<p>thx to: mbah Marijan, mbah mbah yang telah memeberi kami nasehat dan restunya,<br />
dan terutama kepada Allah Swt yang memberikan langit-Nya untuk dinikmati, dan<br />
teman teman semua, haa haa ,.,</p>
<p>Team Jakarta mengucapkan terima kasih kepada seluruh team Palimka, Team Jakarta, team Jogja. Semoga perjalan ini menjadikan kita lebih arif dan bijak, persaudaraan dan persahabatan adalah ikatan murni yang tertuang di dalam jejak-jejak langkah yang tertinggal di puncak sana.</p>
<p>Yanweka(gappala14-milisPendaki)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yanweka.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yanweka.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yanweka.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yanweka.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yanweka.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yanweka.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yanweka.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yanweka.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yanweka.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yanweka.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yanweka.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yanweka.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yanweka.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yanweka.wordpress.com/80/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yanweka.wordpress.com&amp;blog=1570657&amp;post=80&amp;subd=yanweka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yanweka.wordpress.com/2008/10/28/pendakian-milis-pendaki-ke-merapi-25-26-dsember-2004/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5668182b5c2523bc4b591b6cdcb1218f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yanweka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kawah Sang Ratu</title>
		<link>http://yanweka.wordpress.com/2008/10/28/kawah-sang-ratu/</link>
		<comments>http://yanweka.wordpress.com/2008/10/28/kawah-sang-ratu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Oct 2008 16:47:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanweka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Others]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yanweka.wordpress.com/?p=78</guid>
		<description><![CDATA[Catatan : tanggal 28-31 Maret 2001 Team : Koresponden situs Pencinta alam &#38; Pendaki Gunung Indonesia yang terdiri dari (Yan,Setia,Juhri dan Cepot Rusman) Tulisan ini mengingatkan saya begitu indahnya persahabatn tanpa ego tanpa ada kepentingan dibalik itu semua, seolah perjalanan ini bagaikan air yang mengalir. Kami yang terdiri atas 4 orang ini, berinisiatif untuk melakukan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yanweka.wordpress.com&amp;blog=1570657&amp;post=78&amp;subd=yanweka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:Trebuchet MS;color:#003366;font-size:x-small;"><strong><br />
</strong><br />
Catatan : tanggal 28-31 Maret 2001<br />
Team : Koresponden situs Pencinta alam &amp; Pendaki Gunung Indonesia yang terdiri dari (Yan,Setia,Juhri dan Cepot Rusman)</p>
<p>Tulisan ini mengingatkan saya begitu indahnya persahabatn tanpa ego tanpa ada kepentingan dibalik itu semua, seolah perjalanan ini bagaikan air yang mengalir.</p>
<p>Kami yang terdiri atas 4 orang ini, berinisiatif untuk melakukan serangkaian Pencarian data dan Informasi di kawasan Jawa-Barat.<br />
Sebenarnya tujuan Tim Koresponden adalah Tamana Nasional Gede Pangrango yang pada tanggal itu masih di tutup untuk umum dan pada tanggal 1 April 2002 baru akan di buka kembali. tapi kita harus memaksakan diri umtuk mencari Info di sana dan hanya sedikit info yang bisa kami dapatkan itupun dari rekan2 dari Indonesia Green Renger ( IGR) di Mandalawangi.<span id="more-78"></span></p>
<p>Akhirnya kitapun harus bergerak mencari alternatif untuk pencarian Informasi yang lain, yaitu kita pilih Cidahu, Kawah Ratu G.salak.</p>
<p><strong>BUPER CANGKUANG</strong><br />
Tepat tengah malam kita sampai di kawasan Buper Cangkuang Cidahu, dan kita melapor untuk mendaftar untuk 4 orang di tambah dengan rekan perjalanan kami dari UHAMKA berjumlah 3 orang, karcis tanda masuk Rp 4000 / orang ( mahal Juga yach..).</p>
<p><strong>NGECAMP DULU<br />
</strong><br />
Kami putuskan sabtu pagi baru akan memulai mendaki ke kawah ratu dan malam ini kita ngecamp dulu di Buper III CAngkuang bersama rekan2 dari Uhamka.<br />
Pagi2 sekali rekan2 kami dari Uhamka berangkat terlebih dahulu, sedangkan kami dari Tim Gappala14 menungu agak siang maklum masakan belum di siapkan.</p>
<p><strong></strong></p>
<p>Tepat pukul 9 pagi akhirnya kita berangkat menuju kawah ratu dengan lintasan yang asik juga dengan kondisi jalur yang terdiri dari undakan batu sepanjang 2Km. dan sisanya adalah tanah yang licin dan agak becek karena hujan.</p>
<p>tepat pukul siang kita sampai di kawah yang cukup kuas dengan aroma belerang, suasananya agak ramai dengan rekan2 pendaki lainnya, dan akhirnya kami putuskan untuk bermalam di sini, kami pilih lokasi dekat kali agar mudah bila mencari air.</p>
<p><strong>NGECAMP CARI DATA</strong><br />
Kami berempat cepat2 buka tenda dan menyiapkan makan siang, nah setelah makan siang juhri dan Rusman mencari info ke adaan alam di kawasan ini, dan terlihat banyak sampah juga di sana sini, bila kami perhatikan sampah lebih banyak di tinggalkan oleh anak-anak REMPAKEM Alias Remaja Pencinta Kemping yang ala cueknya, mudah kok membandingkan mana anak rempakem mana yang bukan !!!!,</p>
<p><strong>KETEMU KAWAN LAMA</strong><br />
Nggak disangka2 saya bertemu kawan lama dari WDC atau WANA DIAN CALA MAPALA ITBU Jakarta, pimpinan Bagong dan tohiri, yach asih aja dech, maklum udah lama ngak jalan bareng sama mereka.</p>
<p><strong>TURUN LEWAT CIBATOK</strong><br />
Setelah Puas di kawah akhirnya kita turun lewat jalur cibatok -pasirengit, jalurnya becek dan licin, kurang lebih 3 jam kita tempuh untuk mencapai pasirengit. dan setelah tiba disana ternyata suda banyak pendaki yang lagi ngaso disana sambil nunggu kendaraan angkot yang harga sewanya bisa di bilang agak mahal maklum di anggap carter sih.</p>
<p><strong>KESIMPULAN PERJALAN</strong><br />
Memang kali ini team koreponden Gappala14 yang tergabung dari Gappala14-Pataga-Gamapsi YAI mencari Data dan informasi agak kurang sukses karena kami kesulitan mancari sumber informasi yang dibutuhkan, padahal kami juga melihat banyak kelompok Pencinta Alam yang Udah Prof alias Punya nama Tapi sayang baget mereka agak tertutup.</p>
<p>Kawasan Cidahu &#8211; Kawah ratu &#8211; Cibatok merupakan kawasan G. salak yang merupakan Kawasan Resapan air karena Curah Hujan nya cukup Tinggi sehingga air sungai mengalir cukup bersih dan bening makanya sebuah Perusahaan Air Minum Mineral menaruh pabriknya disana untuk mengambil air di kawasan itu.</p>
<p>Selain itu kawasan ini cukup baik untuk kegiatan Latihan dan pendidikan Bagi Organisasi Pencinta Alam, karena medannya cukup mendukung.<br />
</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yanweka.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yanweka.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yanweka.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yanweka.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yanweka.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yanweka.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yanweka.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yanweka.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yanweka.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yanweka.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yanweka.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yanweka.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yanweka.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yanweka.wordpress.com/78/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yanweka.wordpress.com&amp;blog=1570657&amp;post=78&amp;subd=yanweka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yanweka.wordpress.com/2008/10/28/kawah-sang-ratu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5668182b5c2523bc4b591b6cdcb1218f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yanweka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lebaran di Pangrango</title>
		<link>http://yanweka.wordpress.com/2008/10/28/lebaran-di-pangrango/</link>
		<comments>http://yanweka.wordpress.com/2008/10/28/lebaran-di-pangrango/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Oct 2008 16:44:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanweka</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Community]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yanweka.wordpress.com/?p=76</guid>
		<description><![CDATA[Cerita dalam tulisan dibawah ini bener-bener polos, saya ambi dari situsnya gappala. walaupun dalam tulisan tersebut tidak banyak menceritakan perjalanan pendakiannya, namun kelihatannya nilai waktu yang ingin ditonjolkan oleh penulis waktu itu. yuk kita simak Berlebaran di Puncak Pangrango Gunung pangrango merupakan kawasan TNGP atau Taman Nasional Gede Pangrango. Dulu waktu aku mendaki disana sama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yanweka.wordpress.com&amp;blog=1570657&amp;post=76&amp;subd=yanweka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cerita dalam tulisan dibawah ini bener-bener polos, saya ambi dari situsnya gappala. walaupun dalam tulisan tersebut tidak banyak menceritakan perjalanan pendakiannya, namun kelihatannya nilai waktu yang ingin ditonjolkan oleh penulis waktu itu. yuk kita simak   Berlebaran di Puncak Pangrango Gunung pangrango merupakan kawasan TNGP atau Taman Nasional Gede Pangrango. <span id="more-76"></span>Dulu waktu aku mendaki disana sama teman2 dari gappala14 dalam acara diksar Mapala ITBU jakarta. Sebenarnya sih nggak ada yang istimewa Cuma kita agak gilaaa dikit maklum di selengarain nya pas hari raya Idul Fitri!!, jadi kita lebaran di Atas Puncak dech. Mulai dari cibodas suasana sepi menyelimuti kami sebab poskonya tutup, jadi akhirnya kita lompat pager tembok aja dech!!, nah loh kok gitu sih. Iya habisnya kawan2 maunya begitu nekat banget sih mereka. Kata mereka ini adalah suatu rencana yg udah lama ingin dibuktikan yaitu &#8220;lebaran di Puncak Pangrango&#8221;  Sebetulnya sih aku agak sedih sebab jauh sama keluarga, tapi akhirnya perasaan itu bisa ilang sebab teman2 dari Gappala14 sama anak2 Mahasiswa ITBU juga gila semua, kecuali aku saja. mana ada lebaran di puncak sih?!!. Akhirnya kita samapai di Pondok Pendaki Di Kandang badak tengah malam. dan kita teruskan mendaki hingga pagi hari menuju Puncak Pangrango&#8230;.tapi anginnya kenceeeeeng banget, bikin kita agak ngeri juga soalnya nggak ada pendaki lain selain kita2.  Akhirnya tepat jam 5 pagi kita sampai dipuncak Pangrango udaranya dingin dan segaaaar sekali. nggak lupa pake jaket biar nggak kedinginan. eh tau tau teman2 ada yang bawa ketupat yang udah mateng ih akhirnya kita makan rame rame tanpa kuah sedikitpun dan biar nggak dingin tuh ketupa kita rebus lagi dengan sedikit air, dan rasanya Uuuuenak Banget, walau tanpa ayam dan sayur. &#8220;Met Lebaran buat kaum muslimin di seluruh dunia&#8221; bisikku pelan sambil memandang ke bawah dengan awan mengepul di menutupi pandangan mata. (Tia)  Data URL :http://www27.brinkster.com/gappala/lihatjelajah.asp?no=5 Data Pengirim : Setia Tia Date:2/20/2002 12:39:34 AM</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yanweka.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yanweka.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yanweka.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yanweka.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yanweka.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yanweka.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yanweka.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yanweka.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yanweka.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yanweka.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yanweka.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yanweka.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yanweka.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yanweka.wordpress.com/76/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yanweka.wordpress.com&amp;blog=1570657&amp;post=76&amp;subd=yanweka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yanweka.wordpress.com/2008/10/28/lebaran-di-pangrango/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5668182b5c2523bc4b591b6cdcb1218f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yanweka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cikurai yang tetap Indah</title>
		<link>http://yanweka.wordpress.com/2008/10/28/cikurai-yang-tetap-indah/</link>
		<comments>http://yanweka.wordpress.com/2008/10/28/cikurai-yang-tetap-indah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Oct 2008 16:43:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanweka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Others]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yanweka.wordpress.com/?p=73</guid>
		<description><![CDATA[Walaupun sudah 3 kali mendaki gunung cikurai pada saat itu, namun tak satupun cerita perjalanan sempat aku tuliskan, dan satu-satunya tulisan tentang gunung tersebut adalah dibawah ini, sekali lagi tidak ada perubahan dalam tulisan ini, asli saat pertama kali ku buat, pasti nggak enak dibaca dech Mendaki Gunung Cikurai Sekitar bulan April 2000 kami dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yanweka.wordpress.com&amp;blog=1570657&amp;post=73&amp;subd=yanweka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span>Walaupun sudah 3 kali mendaki gunung cikurai pada saat itu, namun tak satupun cerita perjalanan sempat aku tuliskan, dan satu-satunya tulisan tentang gunung tersebut adalah dibawah ini, sekali lagi tidak ada perubahan dalam tulisan ini, asli saat pertama kali ku buat, pasti nggak enak dibaca dech <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </span></p>
<p><strong>Mendaki Gunung Cikurai</strong><br />
Sekitar bulan April 2000 kami dari Gappala dan rekan-rekan dari Mahasiswa Yai dan Mahasiswa Santa Lusia mengadakan pendakian bersama, semenjak dari KP rambutan memang suasana agak mendung apalagi saat itu musim hujan.<br />
<span id="more-73"></span><br />
akhirnya karena agak capai maklum saja belum istirahat dari kampus langsung cabut lagi dengan keril yang agak gede-gede, jam sudah menunjukan jam 11 malam tapi kendaraan yang kami tunggu juga belum datang, tanya sana-sini jawabannya sama aja &#8220;kita disarankan untuk ke bandung dulu &#8221; wah bisa nambah onkos nich &#8221; tapi nasib agak mujur Bis Kurniabakti jurusan garutt akhirnya nonngol juga walau dengan penuh sesak penumpang akhirnya kami duduk di paling belakang di tempat barang, tapi asiiiik bisa tidur.</p>
<p>Bagun tidur ku terus mandi eh&#8230;. nggak ding ! tapi langsung begong abis tau-tau udah sampaai di Garut apalagi suasana pagi yg dingin plus pegunugan disana sini ada G. Guntur, ada G. papandayan, ada G. Satria, Ada buaaaayak dech ampe kita pada giler. Setelah sholat subuh di sebuah masjid didekat terminal Guntur Garut nggak lupa kita sarapan Bubur ayam yang lezaaaat. dan langsung kita cari angkutan Semacam KWK nomor 06 Jurusan Garut- Cilawu yang menuju Daeweuhmanggung yaitu daerah dimana kita akan memulai mendaki G. Cikurai,</p>
<p>akhirnya daapat juga setelah tawar-tawaran harga dan kayaknya kernetnya tau aja kalau kita orang jauh dan harga sewanya pasti plus alias nambah tapi ngak apa2 yg penting sampai dan Ada dua pilihan, kita bisa turun di Cilawu atau di Patrol. di Sarankan kamu2 melalui Patrol kerena dapat mempersingkat waktu perjalanan menuju pemancar, kita dapat jalan kaki sekitar 2-3 jam atau naik ojek sekitar 1/2 jam. ongkos ojek termasuk relatif lah harganya tergantung kondisi aja.</p>
<p>Jam 9.30 Siang sampai juga dikawasan kebun teh daeweuhmangguh ini kita langsung menuju pos satpam oh iya kalau kita ingin mendaki G. Cikurai disana tidak ada penjaga Jagawana atau Pos PHPA, yang ada yaaa&#8230;.. SATPAM yang menjaga kawasan kebon teh ini. setelah mencatat nama dan memberitahukan maksud dan tujuan kita maka satpam tsb mengizinkan kita masuk kawasan ini. eh satpam nya baik loh nggak percaya tanya aja <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> )</p>
<p>Setelah itu ada dua pilihan buat kamu2 semua : Pertama kita bisa jalan kaki tapi jauhnya Bo !!! amit-amit dech bisa makan waktu 4 Jam bisa abis dach tenaga sebelum mendaki. Kedua bisa naik ojek itu juga kalau tidak kemalaman atau sewa omprengan itu juga kalau kamu2 itu rombongan, kalau cuma 2 atau 3 orang saja sich yaaa naik ojek aja &#8230;.murah kok Cuma Rp. 5.000-Rp. 15.000 doang !!</p>
<p>akhirnya kami jalan kaki abis enak sih melihat kebon teh sambil lihat-lihat gadis2 desa !:) nggak kalah dech !! jam 3 sore sampai juga kita di pemancar ( lokasi untuk memulai mendaki) di sana berjejer stasiun Pemancar TV (SCTV,RCTI.TVRI,TPI) nah karena tidak di ijinkan mendirikan kemah di kawasan tsb akhirnya kita kemah dipinggiran jalan ajaa dech yangg penting Hapiii, eh eh tapi kalau mau minta air bersih bisa minta ke penjaga stasiun TVRI sebab orangnya asik-asik malah kita di ajak jalan-jalan lihat cara kerja mereka.</p>
<p>malah malamnya kalau kita bosan di tenda kita bisa main gaple atau nonton Bola di sana tapi sekali lagi nggak boleh nginep loh. kita agak penasaran juga loh, kok hanya penjaga TVRI saja yg agak baik sich ??? mereka (penjaga TV -Red) bilang bahwa sebenanya sudah banyak pendaki yg diberi fasiltas oleh para penjaga TV disini Tapi sayang !! mereka melupakan kebaikan penjaga TV tersebut dengan meninggalkan image yg kurang baik misalnnya saja Sampah berantakan disana-sini, Mencoret Tembok, Merusak Tanaman, Mengambil Barang alias Nimpe, tidak sopan, liar dssb dech, nah loh !! bikin hati kami jadi kecut juga ? apakah mereka yg pernah berbuat seperti itu tidak pernah berfikir yg terkena imbasnya tentu semua Pendaki gunung !!! <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Yah itu buat renungan kita aja apakah kita ini pendaki yang pencinta alam atau pendaki yang berjiwa liar ???? :! pagi-pagi sekali kami bersiap mendaki G.cikurai dengan membaca doa dan cheklist barang dan akhirnya kita memulai mendaki dari Pemancar, dengan iringan doa dan niat untuk mencapai Puncak, Awal pendakain sih jalur kita terdiri atas pohon teh di kiri kanan kita kurang lebih sekitar 1 jam berjalan kita akan memasuki hutan yang belum begitu lebat dan akan nampak sekali pemandangan yang cukup indah dari sini,</p>
<p>Memang mendaki G. Cikurai ini bisa di bilang agak berat kemungkinan karena mendannya sukar apalagi kalau hujan wah bisa &#8211; bisa memakan waktu yang agak lama tapi ada untungnya sih jadi nggak gampang haus tapi&#8230;.ada keruguannya juga udaranya dingin bisa-bisa masuk angin atau yang paling berbahaya kena penyakit gunung Hipotermia ( Hilangnya suhu panas Tubuh). Perjalan nggak henti-hentinya nanjak terus terkadang baru sepuluh langkah berjalan kita udah Break lagi dan untuk menghemat air kita minum sekedarnya saja sebab di puncak tidak ada mata air paling air hujan kalau saja ada.</p>
<p>Kurang lebih 4,5 jam kita berjalan kita akan menemui jalan yg bercabang nah hati-hatilah disini sebab bisa bisa yang kita lalui bukan jalur yang benar lebih baik kalau kita agak ragu kita bisa STOP alias Survai, Thingking, Opservasi, Planing. dan anda juga harus hati-hati dengan jalur yang agak menghilang bisa &#8211; bisa kita salah jalan dan yang paling sering terjadi bila kita sudah mendekati puncak maka ada jalur yang bercabang lagi, yang satu menuju puncak palsu satu lagi jalur yang benar.</p>
<p>Semakin mendekati puncak udara makin mengigit tubuh di tambah jalur yang nggak mau di ajak kompromi alias nanjak terus terkang kita harus merangkak ( Kita sebut tanjakan monyet) habis udah kayak monyet yang lagi merangkak. 7 jam suda kita berjalan akhirnya nampak juga puncak di depan mata bikin semangat berkobar-kobar seakan akan ingin cepat-cepat sampai di atas sana, dengan sisa tenaga yang ada akhirnya kita sampai juga di Puncak Cikurai dengan ketinggian 2821 mdp.</p>
<p>URL : http://www27.brinkster.com/gappala/lihatjelajah.asp?no=1<br />
Pengirim : Yanweka Date:11/11/2001</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yanweka.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yanweka.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yanweka.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yanweka.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yanweka.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yanweka.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yanweka.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yanweka.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yanweka.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yanweka.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yanweka.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yanweka.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yanweka.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yanweka.wordpress.com/73/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yanweka.wordpress.com&amp;blog=1570657&amp;post=73&amp;subd=yanweka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yanweka.wordpress.com/2008/10/28/cikurai-yang-tetap-indah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5668182b5c2523bc4b591b6cdcb1218f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yanweka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mendaki Gunung gede yang tak Usai</title>
		<link>http://yanweka.wordpress.com/2008/10/28/mendaki-gunung-gede-yang-tak-usai/</link>
		<comments>http://yanweka.wordpress.com/2008/10/28/mendaki-gunung-gede-yang-tak-usai/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Oct 2008 16:40:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanweka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Others]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yanweka.wordpress.com/?p=71</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan dibawah ini aneh banget, melihat sumber aslinya di situsnya gappala, seolah terputus begitu saja, padahal kalo nggak salah seh, cerita pendakian tsb sudah aku tulis tuntas, dan entah yang keberapa aku mendaki kesana. Mendaki Gunung gede yang tak Usai Mungkin G. gede sudah tidak asing lagi bagi para pencinta alam dan pendaki Gunung di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yanweka.wordpress.com&amp;blog=1570657&amp;post=71&amp;subd=yanweka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span>Tulisan dibawah ini aneh banget, melihat sumber aslinya di situsnya gappala, seolah terputus begitu saja, padahal kalo nggak salah seh, cerita pendakian tsb sudah aku tulis tuntas, dan entah yang keberapa aku mendaki kesana.</p>
<p><strong>Mendaki Gunung gede yang tak Usai</strong><br />
Mungkin G. gede sudah tidak asing lagi bagi para pencinta alam dan pendaki Gunung di Indonesia&#8230;.mungkin pernah merasakan mendaki gunung ini, apalagi di saat liburan sekolah / kuliah sudah pasti Gunung ini di banjiri oleh pengunjung untuk sekedar melihat atau merasakan mendakinya baik itu orang tua, anak muda remaja, anak Sekolah, sampai &#8211; sampai anak SD pun ada&#8230;.!!!, <span id="more-71"></span></p>
<p>G. gede ini banyak memiliki kelebihan dibandingkan dgn yg lainnya&#8230;.!!!dan tentunya letaknya yg sangat strategis dekat dari Jakarta, bekasi, tangerang, bogor, Bandung, dll, sehingga anak2 kota2 tersebut terkadang numplek di sana. G. gede merupakan G. terbaik di Asia, dan merupakan kawasan Taman Nasional yaitu Taman Nasional Gede Pangrango sehingga gunung ini cukup di kenal oleh para wisatawan luar dan dalam.</p>
<p>Keanekaragaman Flora dan faunanya cukup menonjol di gunung ini, sehingga kawasan ini merupakan daerah cagar fauna dan flora sehingga kita tidak bisa sembarangan membunuh hewan maupun merusak tanaman dan merupakan pelanggaran hukum bila kita sampai melakukannya apalagi bagi ente-ente (kamu2 Red) yg ngaku anak PA-pencinta alam.</p>
<p>Sampah merupakan ciri khas dari wilayah gunung ini, hampir setiap 1 minggu sekali petugas memunguti sampah hingga terkempul 2 Truk. sampah2 ini merupakan hasil peninggalan para pendaki yang memang malas membawa turun kembali sampah mereka padahal andai mereka bisa membaca dan tidak buta huruf pasti mereka bisa membaca di pos PHPA Cibodas dan G. Putri tertulis</p>
<p>Slogan dengan hurup yang besar dan cukup jelas &#8221; BAWALAH SAMPAH ANDA TURUN&#8221; dan slogan2 lainnya. (Menurut Petugas Jagawana yg kesal terhadap Ulah pendaki yg bukan Pencinta alam -Red)</p>
<p>Catatan saja nich, Pencinta Alam Bukan sekedar Slogan tapi Suatu Niat dari Lubuk Hati untuk Mencintai Alam ini, bukan untuk di Hianati.</p>
<p><strong>Mendaki G. Gede menuai Impian Nah &#8230;..</strong>kali ini tim Gappala dan Tim dari Santa Lusia akan melihat secara dekat peraturan2 yg berlaku di sana hingga situasi lingkungan disana. dan sangat kebetulan diantara kami terdapat Mahasiswa Akademi Kimia dan lingkungan yg akan mengadakan penelitian di sana sebagai bahan karya tulisnya.</p>
<p>Sebelum mendaki kita wajib melapor di pos PHPA Cibodas atau di Pos PHPA Gunung Putri, Setelah mendapatkan izin kami langsung tancap gas menuju panyangcangan atau persimpangan air terjun cibereum kami menempuh waktu hanya 1 jam untuk mencapai serter panyangcangan ini dan nggak lupa untuk istirahat sebentar. dari panyangcangan ini kami melanjutkan kembali dengan medan yang mulai beragam dengan trail yang agak mulai membuat kaki kami agak gemetar juga bila harus menanjak tanjakan yg terjal apalagi beban yg kami bawa juga bisa dibilang terlalu banyak.</p>
<p>2,5 jam perjalanan yg melelahkan akhirnya sampai juga di pondok pemandangan yg kondisinya mengenaskan plus sampah bekas pendaki yg berserakan disana sini terkesan jorok sekali. setelah puas memandangi pondok pemandangan kami bersiap &#8211; siap melewati air panas dan kebetulan tali2nya udah nggak lengkap lagi jadi hati2lah lewat disini.</p>
<p>Memang G. gede ini tidak pernah sepi pengunjung yang mendakinya dari hanya minimal 3 orang sampai rombongan 30 orang lebih, sedangkan kami sendiri hampir 10 orang pendaki. Kelebihan G. gede ini memiliki kekayaan pesona lain dari yang lain walau udah beberapa kali mendakinya tapi rasanya nggak ada bosan-bosannya saja.</p>
<p>4 jam perjalanan setelah melewati Kandang batu yang agak jorok dengan sampah-sampahnya terutama di dalamnya penuh dengan bungkus mie instan dan lain2nya akhirnya kami sampai di kandang badak yg penuh dengan pendaki-pendaki lain yg sedang mempersiapkan mendirikan tenda maklum hujan sudah mulai turun rintik-rintik dan kabut tebal menutupi pandangan apalagi hari ini sudah menunjukan pukul 4 sore &#8230;..nggak lupa mandi dulu ah di pancuran&#8230;.!!</p>
<p>Pagi-pagi sekali kami bersiap-siap setelah sarapan pagi roti dan mie rebus rasa gado-gado..maklum yg masak baru lulus jadi juru masak jadi rasanya nggak karu-karuan rasanya pokoknya nano-nano lah. pendas, manis, asam, kecut, dll.</p>
<p>Setelah packing selesai kami berdoa dan langsung menuju puncak gede, dgn penuh semangat yg membara untuk mengenang kembali puncak gede yg indah kami berjalan seperti orang yg kesetanan pokoknya pantang &#8220;BREAK&#8217; jalan terus dan terus nah hanya dengan waktu kurang lebih 2 jam akhirnya sampai juga di puncak GEDE 2996 mdpl.</p>
<p>Puncak di pagi ini begitu sejuk dengan terpaan angin begitu menyenangkan untuk sekedar melamun membuang semua masalah yang ada. satu jam rasanya sudah cukup bagi kami untuk menikmati pemandangan di puncak gede dengan kawahnya yang mengeluarkan bau belerang yang agak pekat, perjalanan selanjutnya adalah turun menuju SK alias surya kencana.</p>
<p>Surya Kencana tidak kurang 1 jam kami akhirnya sampai di SK dan kami lihat banyak pendaki2 yg telah mendirikan tenda untuk bermalam disini, nampak dari kejauhan sungai kecil membelah lapangan luas sk&#8230;&#8230;(tulisannya hilang)</p>
<p>URL :http://www27.brinkster.com/gappala/lihatjelajah.asp?no=4<br />
Data Pengirim : Yanweka Date:11/11/2001</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yanweka.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yanweka.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yanweka.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yanweka.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yanweka.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yanweka.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yanweka.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yanweka.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yanweka.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yanweka.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yanweka.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yanweka.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yanweka.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yanweka.wordpress.com/71/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yanweka.wordpress.com&amp;blog=1570657&amp;post=71&amp;subd=yanweka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yanweka.wordpress.com/2008/10/28/mendaki-gunung-gede-yang-tak-usai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5668182b5c2523bc4b591b6cdcb1218f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yanweka</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
